Masyarakat Terdampak Kekeringan Pebayuran Bekasi mendapat 8.000 Liter Air Bersih
Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan upaya penanganan darurat kekeringan sebagai dampak El Nino yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya termasuk di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tim Penanggulangan Darurat (TPD) Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jakarta Metropolitan, Kementerian PU telah menyalurkan total 8.000 liter air bersih kepada total 3.700 keluarga atau sekitar 9.500 jiwa.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas tetap terjaga,” kata Menteri Dody di Jakarta, Jumat sore (14/8/2026)
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian PU mengerahkan 2 unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter air bersih, beserta sejumlah personel untuk mendukung distribusi di lapangan.
Plt. Kepala BPBPK Jakarta Metropolitan Reza Rizka Pratama mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan sebagai langkah tanggap darurat untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar selama musim kemarau.

"Bantuan air bersih tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan di Desa Karangharja yang tersebar di 6 RW dan 16 RT. Selain penyaluran air bersih, kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi lapangan serta menyiapkan dukungan lanjutan apabila diperlukan," kata Reza.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan bencana kekeringan melalui penyediaan layanan dasar air bersih yang cepat dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan pasokan air bersih.