Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah
Jakarta-Spektroom : Gelaran Bazar Green Tourism Festival 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan kampanye wisata berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 26-27 September 2026 itu juga menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hasilnya cukup menggembirakan. Bazar yang melibatkan 94 pelaku Jakpreneur tersebut berhasil membukukan omzet penjualan mencapai Rp191,8 juta selama dua hari pelaksanaan.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Timur, Yayang Kustiawan, mengatakan bazar dibuka sejak pukul 07.00 hingga 22.00 WIB dengan mengusung tema “Satu Aksi Nyata, Hijaukan Wisata Kota”.
“Dalam dua hari pelaksanaan, bazar yang diikuti 94 Jakpreneur kemarin omzetnya mencapai Rp191,8 juta,” kata Yayang, Senin (28/9/2026).
Menurut Yayang, angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi penjualan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat. Rekapitulasi dilakukan oleh Sudin Parekraf, Sudin Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.
Dari Jakpreneur binaan Sudin Parekraf Jakarta Timur sendiri, omzet yang berhasil dihimpun mencapai Rp9.267.000 selama dua hari. Kontribusi lebih besar datang dari Jakpreneur binaan Sudin PPKUKM Jakarta Timur.
Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi, menyebut omzet yang dibukukan mencapai Rp94.293.000. Angka tersebut terdiri atas penjualan Rp44.971.000 pada hari pertama dan Rp49.322.000 pada hari kedua.
Pesertanya berasal dari Jakpreneur di 10 kecamatan, termasuk kelompok tani serta pelaku usaha binaan sejumlah unit lainnya.
Produk yang ditawarkan pun beragam. Pengunjung dapat menemukan aneka makanan dan minuman, fesyen hingga kerajinan tangan.
Di antara puluhan peserta, Warisan Resep Mbok Kinul mencatat omzet tertinggi sebesar Rp15.814.000. Posisi berikutnya ditempati Musake Dimsum dengan Rp8.532.000 dan Es Coklat Stasiun Jalur Bahagia sebesar Rp7.669.000.
Selain produk Jakpreneur, bazar juga menghadirkan Pasar Tumbuh yang menjadi wadah pemasaran hasil kelompok tani.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, mengatakan transaksi Pasar Tumbuh mencapai Rp88.221.000. Penjualan Pasar Tumbuh terdiri atas Rp45.812.000 pada hari pertama dan Rp42.409.000 pada hari kedua.
“Melalui bazar seperti ini, kami ingin membantu memasarkan produk kelompok tani maupun Jakpreneur binaan kami. Tentunya ini dapat menggairahkan perekonomian Jakarta,” ujarnya.
Bagi pelaku UMKM, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pasar sekaligus berhadapan langsung dengan konsumen.
Pemilik Warisan Resep Mbok Kinul, Wiwin Tri Wijayanti, mengapresiasi kesempatan yang diberikan Pemerintah Kota Jakarta Timur. Ia menjual berbagai makanan ringan, seperti keripik peyek, keripik pisang, kembang goyang, cheese stick dan kacang goreng.
“Saya berharap sering diadakan event yang ramai seperti ini. Apalagi kalau durasi jualannya panjang sampai malam, biar bisa laku banyak dagangannya,” tandasnya.