TMMD Usai, Jejak Gotong Royong Tinggal di Pal IX
Kubu Raya-Spektroom : Siang itu, Jum'at (14/8/2026), Lapangan Glory Badminton di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, dipenuhi wajah-wajah yang tak sepenuhnya gembira.
Di balik upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Imbangan Tahun Anggaran 2026 Kodim 1207/Pontianak, terselip perasaan kehilangan dari warga yang selama sebulan terakhir hidup berdampingan dengan para prajurit TNI.

Bagi masyarakat Pal IX, TMMD bukan sekadar program pembangunan.
Ia menjadi cerita tentang kebersamaan yang tumbuh dari kerja keras, keringat, dan gotong royong yang menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan: membangun desa.
Selama pelaksanaan TMMD, suara alat berat dan derap langkah prajurit menjadi bagian dari keseharian warga.
Jalan yang sebelumnya sulit dilalui mulai terbuka, fasilitas umum diperbaiki, dan berbagai kegiatan sosial digelar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Namun, yang paling membekas bukan hanya hasil fisik yang terlihat. Warga justru mengenang hubungan yang terjalin di antara mereka.
Anak-anak desa yang semula malu-malu kini akrab dengan para anggota Satgas.
Mereka bermain bersama seusai pekerjaan lapangan selesai. Para ibu tak jarang menyiapkan kopi dan makanan sederhana untuk prajurit yang bekerja sejak pagi.
Sementara para orang tua ikut membantu pekerjaan pembangunan dengan kemampuan yang mereka miliki.
Di tengah suasana penutupan, beberapa warga terlihat mengabadikan momen bersama prajurit yang akan kembali ke satuan masing-masing.
Ada yang berjabat tangan erat, ada pula yang berfoto sambil tersenyum meski menyimpan rasa haru.
Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Bambang Sujarwo saat membacakan amanat Pangdam XII/Tpr menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan semangat partisipasi masyarakat dalam membangun daerahnya sendiri.
“Para prajurit TNI hadir di tengah-tengah rakyat, menyebarkan semangat gotong royong dan energi positif untuk maju mencapai keunggulan,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat Pangdam.
Ketika upacara berakhir dan satu per satu prajurit mulai meninggalkan lokasi, warga Pal IX menyadari bahwa pembangunan tidak berhenti pada hari itu.
Jalan yang telah dibangun akan terus digunakan, fasilitas yang diperbaiki akan terus dimanfaatkan, dan semangat kebersamaan yang lahir selama TMMD akan tetap hidup di tengah masyarakat.
Karena bagi warga Pal IX, TMMD bukan hanya tentang apa yang berhasil dibangun, melainkan tentang bagaimana sebuah desa merasakan kembali kekuatan gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.