Delapan Korban Helikopter PK-CFX Tiba di Pontianak, Identifikasi DVI Dimulai

Proses evakuasi penuh tantangan. Tim gabungan harus menembus jalur licin dan curam sekitar 2,5 jam dengan berjalan kaki untuk membawa jenazah dari lokasi jatuh menuju Posko Hulu Peniti.

Delapan Korban Helikopter PK-CFX Tiba di Pontianak, Identifikasi DVI Dimulai
Kapolda Kalbar Pipit Rismanto dan Gubernur kalbar Ria Nursan menyampaikan pesan duka cita atas terjadinya peristiwa kecelakaan Helikopter di Sekadau Kalbar di rumah Sakit Bhayangkara Anton Sudjarwo Pontianak. (Foto: Bid Humas Polda Kalbar)

Pontianak-Spektroom : Tragedi jatuhnya helikopter Airbus H-130 bernomor registrasi PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, menyisakan duka mendalam. Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dalam operasi yang berlangsung dramatis di tengah medan ekstrem dan cuaca tak bersahabat.

Sebanyak delapan kantong jenazah kini telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak, Jumat (17/04/2026), untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Barat.

Foto: Sampaikan Proses DVI di RS.Bhayangkara Pontianak. (Foto: Bid Humas Polda Kalbar)

Helikopter milik PT Citra Mahkota tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/04/2026) pukul 08.39 WIB saat terbang dari Menukung, Kabupaten Melawi menuju Ambawang, Kubu Raya. Sinyal darurat sempat terdeteksi sebelum akhirnya bangkai pesawat ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan perbukitan terjal Dusun Gandis pada sore hari.

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Tim gabungan harus menembus jalur licin dan curam selama sekitar 2,5 jam dengan berjalan kaki untuk membawa jenazah dari lokasi jatuh menuju Posko Hulu Peniti. Rencana evakuasi yang semula dijadwalkan pagi hari dipercepat menjadi dini hari pukul 00.05 WIB guna mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem. Selanjutnya, seluruh korban diterbangkan menggunakan helikopter Super Puma dari Lanud Supadio menuju Pontianak.

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan sejak laporan hilang kontak diterima, jajaran Polda Kalbar langsung bergerak cepat dengan mengerahkan berbagai satuan, termasuk dukungan helikopter dari Polda Kalimantan Tengah.

“Medan yang sangat terjal membuat proses evakuasi hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Saat ini fokus kami adalah memastikan proses identifikasi berjalan cepat dan akurat agar jenazah segera diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga BPBD. Ia menekankan bahwa kondisi geografis di lokasi kejadian menjadi tantangan besar dalam operasi penyelamatan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menjelaskan proses identifikasi dilakukan secara ilmiah melalui metode primer seperti sidik jari, rekam gigi, dan DNA, serta didukung data sekunder. Adapun korban dalam kecelakaan ini terdiri dari dua kru, yakni pilot Capt. Marindra W dan co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang lainnya.

Hingga kini, otoritas penerbangan bersama kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan di koordinat 0°10’51.91” LS dan 110°47’25.49” BT tersebut.

Berita terkait

Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

Teluk Kuantan-Spektroom : Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H. Zulmansyah Sekedang, pada Jumat malam. Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Bupati pada Sabtu (18/4/2026) melalui sambungan telepon atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan seluruh jajaran, ia menyatakan

Salman Nurmin, Rafles