Demam Piala Dunia 2026 Hidupkan Malam Ternate, Nobar hingga UMKM Ikut Bergeliat
Ternate – Spektroom: Riuh sorak penonton memecah malam di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Jumat (3/7/2026). Setiap gol yang tercipta disambut tepuk tangan, teriakan, hingga pelukan antar suporter. Euforia Piala Dunia 2026 benar-benar menghidupkan kota rempah itu.
Sejak babak penyisihan hingga memasuki fase gugur 32 besar, kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut menjadi magnet bagi para pecinta si kulit bundar. Taman Film Benteng Oranje yang disulap menjadi "Kampung Nobar Piala Dunia 2026" hampir setiap malam dipenuhi lautan manusia dari berbagai kalangan.
Pada pertandingan hari itu, tiga laga tersaji dengan tensi tinggi. Spanyol tampil dominan saat menaklukkan Austria dengan skor 3-0. Portugal juga berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Kroasia, sementara Swiss menyingkirkan Aljazair dengan skor 2-0.
Setiap pertandingan menghadirkan suasana berbeda, namun satu kesamaan selalu terlihat: sorak-sorai penonton yang tak pernah berhenti.
Tak hanya menjadi ajang berkumpul para penggemar sepak bola, nobar juga mempererat kebersamaan warga.
Meski mendukung negara yang berbeda, mereka tetap menikmati pertandingan dalam suasana penuh keakraban.
Salah seorang pendukung fanatik Argentina, Laila Sakila, mengaku tak sabar menantikan laga tim kesayangannya melawan Tanjung Verde yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026.
Menurutnya, masyarakat patut mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menghadirkan siaran Piala Dunia melalui TVRI sehingga dapat dinikmati secara gratis.
"Saya bersama para pendukung Argentina di Kota Ternate, Maluku Utara, maupun seluruh Indonesia sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Dengan siaran gratis melalui TVRI dan TVRI Sport, masyarakat, terutama yang ekonominya terbatas, tetap bisa menikmati Piala Dunia tanpa harus mengeluarkan biaya besar," ujarnya sambil tersenyum.
Berkah Piala Dunia juga dirasakan para pelaku usaha kecil. Ita, salah seorang pedagang air mineral, makanan siap saji, dan minuman dingin di kawasan nobar, mengaku dagangannya selalu laris setiap kali pertandingan digelar.
"Alhamdulillah, sejak ada Kampung Piala Dunia di Kompleks Benteng Oranje, jualan saya ramai. Ini sangat membantu perekonomian keluarga kami. Terima kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan fasilitas nobar untuk masyarakat," katanya.
Malam itu, sorak-sorai kembali bergemuruh saat Portugal memastikan kemenangan dramatis atas Kroasia dengan skor 2-1. Suasana Benteng Oranje pun berubah menjadi lautan kegembiraan, memperlihatkan bahwa Piala Dunia bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan pesta rakyat yang mampu menyatukan berbagai kalangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil di Kota Ternate.