Dengan Kapasitas 1.168 Ton Per Hari, PSEL Lampung Raya Tahun 2028 Bisa Beroperasi

Dengan Kapasitas 1.168 Ton Per Hari, PSEL Lampung Raya  Tahun 2028 Bisa Beroperasi
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal (menghadap lensa) pimpin rapat Program Strategis Energi Terbarukan. (Foto Spektroom).

Bandarlampung - Spektroom: Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya.

Percepatan tersebut dibahas dalam Rapat Program Strategis Energi Terbarukan yang diikuti Pemerintah Provinsi Lampung, Danantara, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta pemerintah kabupaten/kota terkait dan dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal, di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin 10 Agustus 2026.

Usai Rapat, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pematangan lahan dan pembangunan akses jalan sepanjang 1,7 kilometer menuju lokasi proyek di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, menjadi prioritas agar target groundbreaking pada Desember 2026 dapat terlaksana sesuai jadwal.

"Pemerintah Provinsi Lampung juga akan melakukan intervensi anggaran melalui perubahan APBD untuk mendukung percepatan pembangunan. Selain itu, rapat turut menyepakati percepatan finalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara badan usaha pemenang proyek dan pemerintah daerah sebagai dasar operasional proyek" ujarnya, Senin (10/8/2026).

PSEL Lampung Raya ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2028 dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.168 ton per hari yang berasal dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Lampung Timur.

Proyek ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi daerah melalui pemanfaatan sampah menjadi listrik, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal.

Marindo Kurniawan mengatakan Pemprov akan lebih serius mengawal proyek tersebut setelah Lampung ditetapkan sebagai salah satu lokasi PSN.

Akses jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer menuju kawasan PSEL ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027.

Perbaikan akses ini menjadi salah satu pekerjaan penting karena keberadaan fasilitas tersebut akan membutuhkan mobilitas kendaraan pengangkut sampah dalam jumlah besar setiap hari.

Pihak Danantara selaku pendamping proyek menegaskan, groundbreaking pada Desember 2026 menjadi salah satu prasyarat penting agar target operasional PSEL pada 2028 dapat tercapai.

Dengan kapasitas pengolahan yang direncanakan, PSEL Lampung Raya membutuhkan pasokan sampah hingga 1.168 ton per hari.

Pemprov Lampung telah memetakan sumber pasokan dari wilayah aglomerasi, yakni Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

"Untuk memastikan kebutuhan bahan baku tersebut terpenuhi secara berkelanjutan, Pemprov akan menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengatur pola pengangkutan sampah dari kabupaten/kota menuju fasilitas PSEL" terang Marindo lagi.

Artinya, lanjut Sekda pembangunan proyek tidak berhenti pada persoalan fisik. Pemerintah daerah juga harus memastikan rantai pasok sampah tersedia sejak PSEL mulai beroperasi.

Selain lahan, akses dan pasokan sampah, Pemprov bersama pihak pengembang juga tengah menuntaskan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara badan usaha pemenang proyek dengan pemerintah daerah.

Selanjutnya, dokumen tersebut akan disesuaikan dengan regulasi pemerintah daerah dan ketentuan Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan kepastian hukum terhadap operasional PSEL.

Sementara itu, persoalan kebutuhan air untuk operasional fasilitas juga menjadi salah satu tantangan teknis yang dibahas dalam rakor.(@Ng).

Berita terkait

LPLH Nata Buana Lestari Hadir di Sawahlunto, Dorong Pelestarian Alam dari Hutan hingga Pengelolaan Limbah

LPLH Nata Buana Lestari Hadir di Sawahlunto, Dorong Pelestarian Alam dari Hutan hingga Pengelolaan Limbah

Sawahlunto-Spektroom : Menjaga lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Di tengah tekanan terhadap hutan, persoalan limbah, dan kebutuhan edukasi ekologis, keterlibatan masyarakat sipil menjadi bagian penting dalam merawat ruang hidup. Semangat itu dibawa Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup (LPLH) Nata Buana Lestari di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Lembaga ini memberi perhatian pada

Riswan Idris, Rafles
Lepas Kontingen Jamnas XII ke Cibubur, Riyanda Minta Pramuka Sawahlunto Jadi Duta Kota Warisan Dunia

Lepas Kontingen Jamnas XII ke Cibubur, Riyanda Minta Pramuka Sawahlunto Jadi Duta Kota Warisan Dunia

Sawahlunto-Spektroom : Anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sawahlunto bersiap membawa nama daerah ke panggung nasional. Mereka bertolak menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.Senin (10/8/2026) Pelepasan kontingen dilakukan di Balai Kota Sawahlunto dan dipimpin langsung

Riswan Idris, Rafles
Sektor Pertanian Jawa Tengah Akan Semakin Berdaya Dengan Penerapan Teknologi PATS

Sektor Pertanian Jawa Tengah Akan Semakin Berdaya Dengan Penerapan Teknologi PATS

Semarang-Spektroom: Dunia pertanian Jawa Tengah semakin menggeliat dengan ditetapkannya teknologi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) Teknologi berbasis energi baru terbarukan tersebut dikembangkan melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah sebagai upaya mendukung pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau langsung pemanfaatan pompa air tenaga surya (PATS)

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Wakil Gubernur Kepri Menerima Anugerah Bintang Veteran Republik Indonesia

Wakil Gubernur Kepri Menerima Anugerah Bintang Veteran Republik Indonesia

Tanjungpinang-Spektroom : Anugerah Bintang Veteran Republik Indonesia diserahkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Laksamana Madya TNI (Purn.) Djoko Sumaryono kepada Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura. Anugerah tersebut diserahkan pada Peringatan Hari Veteran Nasional tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 di Aula Wan Seri Beni,

Desmawati, Rafles