Lepas Kontingen Jamnas XII ke Cibubur, Riyanda Minta Pramuka Sawahlunto Jadi Duta Kota Warisan Dunia
Sawahlunto-Spektroom : Anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sawahlunto bersiap membawa nama daerah ke panggung nasional. Mereka bertolak menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.Senin (10/8/2026)
Pelepasan kontingen dilakukan di Balai Kota Sawahlunto dan dipimpin langsung Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra. Jamnas XII dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, 13-21 Agustus 2026, di Buperta Cibubur.
Di hadapan para peserta, Riyanda tidak sekadar memberikan pesan agar mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Ia meminta anggota Pramuka Sawahlunto menyadari bahwa keberangkatan ke Jakarta membawa konsekuensi lebih besar: mereka menjadi representasi kota di hadapan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
“Adik-adik adalah duta Kota Sawahlunto. Jaga sikap, disiplin, dan tunjukkan karakter terbaik selama berada di Cibubur. Bawalah nama baik daerah kita dan jadilah contoh yang membanggakan,” kata Riyanda.
Pesan itu menjadi penting karena Jamnas bukan hanya arena perkemahan. Pertemuan nasional Pramuka tersebut menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja dari berbagai daerah untuk berinteraksi, bertukar pengalaman, membangun persahabatan, sekaligus mengenal keberagaman Indonesia.
Bagi Sawahlunto, kesempatan tersebut juga dapat menjadi panggung untuk memperkenalkan identitas kota yang memiliki sejarah panjang pertambangan batu bara Ombilin.
Riyanda meminta peserta tidak melewatkan kesempatan memperkenalkan Sawahlunto kepada kawan-kawan mereka dari daerah lain.
Ia menyebut Sawahlunto sebagai kota yang memiliki kekayaan sejarah, budaya dan pariwisata yang layak dikenal lebih luas. Status Warisan Dunia UNESCO yang melekat pada kawasan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), menurut dia, merupakan salah satu kekuatan yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat nasional maupun internasional.
“Perkenalkan Sawahlunto sebagai kota warisan dunia yang patut dikunjungi. Ceritakan kekayaan sejarah, budaya, dan keramahan masyarakat kita kepada teman-teman dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pesan tersebut memperluas makna keberangkatan kontingen. Para anggota Pramuka tidak hanya menjalankan agenda organisasi, tetapi juga membawa cerita tentang daerah asalnya.
Di tengah pertemuan ribuan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, satu percakapan sederhana tentang Sawahlunto dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sejarah kota, warisan budaya, destinasi wisata hingga kehidupan masyarakatnya.
Ketua Kwarcab Turut Dampingi Kontingen
Dalam pelepasan tersebut, Riyanda juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, yang turut bergabung dan mendampingi rombongan kontingen menuju Jakarta.
Jeffry yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Sawahlunto dinilai menunjukkan komitmen terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Kehadiran pimpinan Kwarcab dalam rombongan menjadi bentuk dukungan terhadap peserta sekaligus memastikan kontingen mendapatkan pendampingan selama mengikuti agenda nasional tersebut.
Bagi pemerintah daerah, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong dan kepedulian sosial yang ditanamkan melalui kegiatan kepramukaan dinilai relevan menghadapi tantangan generasi muda di tengah perubahan zaman.
Pelepasan kontingen berlangsung dalam suasana penuh semangat. Para peserta membawa harapan untuk mendapatkan pengalaman baru, memperluas jaringan persahabatan dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di tingkat nasional.
Pemerintah Kota Sawahlunto berharap perjalanan tersebut tidak berhenti pada pengalaman mengikuti perkemahan. Kontingen diharapkan pulang membawa pengetahuan, persahabatan, prestasi, dan cerita baru yang dapat dibagikan kepada generasi muda lainnya di Sawahlunto.
Sebab di Cibubur nanti, mereka bukan hanya berkemah.Mereka membawa nama Sawahlunto—sebuah kota kecil di Sumatera Barat yang memiliki cerita besar tentang sejarah, budaya dan warisan dunia.(Ris1)