Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!
Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026).
Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di dunia industri, khususnya sektor pertambangan dan alat berat.
Dalam peninjauan itu, Menaker Yassierly melihat langsung proses pelatihan operator alat berat track excavator yang sedang berlangsung di Satpel PVP Parambahan. Pelatihan tersebut dibimbing instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Menaker menegaskan, pelatihan vokasi merupakan kunci untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Peserta yang dinyatakan lulus pelatihan nantinya akan memperoleh Surat Izin Operator (SIO) yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. SIO menjadi dokumen wajib dan menjadi syarat utama bagi operator untuk dapat bekerja secara legal dan profesional di industri pertambangan maupun konstruksi.
Pada sesi diskusi di lokasi, Wawako Jeffry Hibatullah menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis untuk pengembangan Satpel PVP Sawahlunto ke depan.
Jeffry mengungkapkan, masih terdapat beberapa hektare lahan di kawasan Satpel PVP Parambahan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ruang kelas baru, area praktik yang lebih luas, hingga infrastruktur pendukung pelatihan lainnya.
"Sawahlunto sebagai kota tambang memiliki keunggulan historis dan geografis. Potensi ini harus kita optimalkan. Kawasan Parambahan ini bisa menjadi ruang pembelajaran dan laboratorium alam yang ideal untuk pelatihan-pelatihan yang berkaitan langsung dengan pertambangan dan pengoperasian alat berat," ujar Wawako Jeffry di hadapan Menaker Yassierly.
Jeffry juga menekankan, Sumber Daya Manusia (SDM) Sawahlunto sejatinya telah lama memiliki pengalaman dan mendapat kepercayaan dari industri di sektor pertambangan dan alat berat. Namun pengalaman tersebut perlu diperkuat secara formal melalui pelatihan resmi dan sertifikasi kompetensi dari negara.
Melalui pengembangan dan optimalisasi Satpel PVP, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh industri.
Langkah ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesempatan kerja, mendukung upaya menekan angka pengangguran terbuka, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di wilayah sekitar Parambahan dan Kota Sawahlunto secara umum.
Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam menjadikan Satpel PVP Parambahan sebagai pusat unggulan pelatihan vokasi berbasis potensi daerah di Sumatera Barat. (Ris1)