Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang
Tokoh adat Desa Lipat Gunting, Bupati Ketapang dan Kapolres mencoba menapaki jembatan gantung yang baru diresmikan. (Foto: Humas Polres Ketapang)

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah.

Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan berbagai keperluan.

Jembatan tersebut resmi digunakan untuk lalulintas setelah diresmikan Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., Sabtu (26/9/2026).

Peresmian itu turut dihadiri Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., Anggota DPRD Ketapang Akim, sejumlah kepala OPD, Forkopimcam Manis Mata, para kepala desa, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Kedatangan Bupati Ketapang bersama rombongan disambut ritual adat masyarakat setempat.

Upacara adat peresmian jembatan. (Foto: Humas Polres Ketapang)

Suasana penyambutan berlangsung hangat, memperlihatkan kuatnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam momentum peresmian fasilitas publik tersebut.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Bupati Alexander Wilyo sebagai tanda resmi dibukanya Jembatan Gantung Dusun Lipat Gunting untuk dimanfaatkan masyarakat.

Bersama Kapolres Ketapang dan rombongan, Bupati kemudian meninjau langsung kondisi jembatan.

Mereka melihat sarana penghubung yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Tokoh masyarakat adat setempat Nicolaus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah yg memperhatikan kesulitan kami. Ujarnya.

Sudah lama kami menunggunya jadi, hari ini kami masyarakat disini merasa puas dan bahagia perjalanan kami lancar mengangkut barang hasil tani. Ungkap Nico.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan keberadaan jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata, terutama dalam menunjang mobilitas warga dan aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, kemudahan akses tidak hanya berkaitan dengan perjalanan warga, tetapi juga dapat menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Namun, pembangunan infrastruktur tidak berhenti ketika jembatan selesai dibangun.

Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga fasilitas tersebut agar tetap aman dan dapat digunakan dalam waktu panjang.

“Yang tidak kalah penting, mari bersama-sama menjaga keamanan dan kondisi jembatan agar dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat,” ucapnya.

Peresmian itu pun menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah, kepolisian, DPRD, unsur kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat dan masyarakat.

Di Dusun Lipat Gunting, sebuah jembatan kini berdiri sebagai penghubung. Bukan hanya dua sisi wilayah, tetapi juga aktivitas, harapan dan kehidupan masyarakat yang terus bergerak.

Berita terkait

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas