Dengan Semangat Toleransi, Mimpi Besar HKBP Depok 1 Membangun Ulang Rumah Ibadah
Depok-Spekstroom: Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang majemuk, pembangunan rumah ibadah sering kali menjadi ujian bagi semangat toleransi dan kebersamaan. Namun, pengalaman yang dirasakan jemaat HKBP Depok 1 justru menghadirkan cerita berbeda.
Ketua Pembangunan Gereja HKBP Depok 1, Helbert Manalu SH, mengungkapkan bahwa proses pengurusan perizinan hingga pelaksanaan pembangunan gereja mendapat dukungan yang baik dari Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri.
Menurut Helbert iklim toleransi yang terbangun saat ini sangat membantu jemaat dalam mewujudkan renovasi dan pengembangan gereja yang telah lama berdiri di lokasi tersebut.
"Toleransi pada masa kepemimpinan beliau sangat baik sekali. Kami sangat dipermudah ketika hendak mengurus perizinan pembangunan gereja. Ini memang lokasi gereja lama, sehingga proses renovasi dan pembangunan dapat berjalan dengan baik selama seluruh persyaratan dipenuhi," ujarnya.
Pembangunan gereja dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan pendanaan jemaat. Pada tahap pertama, proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 10 bulan dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp21 miliar.
Lantai pertama bangunan nantinya akan difungsikan sebagai area parkir, sementara lantai kedua akan digunakan untuk perkantoran dan berbagai aktivitas pelayanan gereja. Adapun ruang ibadah utama di lantai tiga akan dibangun pada tahap berikutnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas ibadah jemaat tetap berjalan. Untuk sementara, jemaat memanfaatkan ruang serbaguna dan bangunan sementara yang didirikan di area kompleks gereja.
"Kami tetap beribadah di lokasi yang sama. Ruang serbaguna dan bangunan sementara kami siapkan agar pelayanan kepada jemaat tidak terhenti," kata Helbert.
Tahap kedua pembangunan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu tahun. Namun, pelaksanaan nya sangat bergantung pada ketersediaan dana yang dihimpun dari jemaat dan para donatur.
"Kami membangun dalam dua tahap karena keterbatasan dana. Kalau dananya sudah tersedia, tahap kedua bisa segera dilaksanakan," jelasnya.
Bagi Helbert, pembangunan gereja bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun semangat persaudaraan di antara seluruh jemaat.
"Kami berharap seluruh jemaat terus menjaga semangat kebersamaan. Itulah yang selama ini kami bangun, agar semua merasa memiliki dan ikut ambil bagian dalam pembangunan gereja ini," tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Helbert jmenyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Depok terhadap pembangunan rumah ibadah.
"Kami sangat berbahagia dan bersyukur atas bantuan dari Wali Kota untuk pembangunan gereja. Terima kasih atas dukungan yang diberikan," ucapnya.
Kisah pembangunan HKBP Depok 1 menjadi gambaran bahwa toleransi dan kerja sama dapat tumbuh berdampingan.
Ketika pemerintah, masyarakat, dan jemaat saling mendukung, pembangunan rumah ibadah tidak hanya menghadirkan sebuah gedung, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.