Di Balik Manisnya Gula Kelapa, Ada Risiko yang Dipikul Para Penderes

Di Balik Manisnya Gula Kelapa, Ada Risiko yang Dipikul Para Penderes
Para penderes mempertaruhkan nyawa dalam menjalankan pekerjaannya dengan memanjat pohon kelapa rata-rata 10 meter. (Foto : Dok. Bian Pamungkas)

Purwokerto-Spektroom : Manisnya gula kelapa Banyumas lahir dari pekerjaan yang tak pernah benar-benar bebas dari bahaya. Setiap hari, para penderes harus memanjat pohon kelapa setinggi belasan hingga puluhan meter untuk mengambil nira.

Bagi mereka, memanjat pohon bukan sekadar rutinitas, melainkan cara mempertaruhkan keselamatan demi menghidupi keluarga.
Risiko itu nyata. Sepanjang tahun ini, 26 penderes di Kabupaten Banyumas mengalami musibah jatuh dari pohon kelapa.

Sebanyak 13 orang meninggal dunia, sementara 13 lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai bentuk kepedulian kepada para penderes dan keluarganya, Pemerintah Kabupaten Banyumas menyalurkan bantuan sosial yang diserahkan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (20/7/2026).

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, menyerahkan secara simbolis bantuan sosial pada ahli waris Penderes. (Foto : Humas Pemkab Bms).

Di hadapan para penerima bantuan dan keluarga korban, Sadewo menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang harus mereka tanggung setelah musibah terjadi.

"Saya berharap bantuan sosial ini dapat meringankan beban biaya pengobatan dan biaya pemakaman yang ditanggung oleh para penderes dan keluarganya," kata Sadewo.

Ia menegaskan, perhatian pemerintah juga merupakan bentuk penghargaan terhadap profesi penderes yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Banyumas melalui produksi gula kelapa.

Menurut Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Banyumas, Joko Siswoyo, bantuan tersebut diberikan kepada penderes yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

Korban yang mengalami luka-luka menerima bantuan Rp10 juta, sedangkan ahli waris penderes yang meninggal dunia menerima Rp5 juta. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp195 juta kepada 26 penerima yang tersebar di 11 kecamatan.

Momentum penyerahan bantuan itu juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan penderes memerlukan perhatian lebih terhadap aspek keselamatan.

Bupati mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, kelompok tani, hingga para penderes sendiri, untuk semakin mengutamakan keselamatan kerja, termasuk menggunakan alat pelindung diri dan memastikan kondisi fisik sebelum memanjat pohon.

Di Banyumas, penderes bukan sekadar profesi. Mereka adalah penjaga tradisi yang membuat gula kelapa Banyumas dikenal luas. Karena itu, ketika satu penderes mengalami musibah, bukan hanya satu keluarga yang kehilangan, tetapi juga ada cerita tentang perjuangan panjang mencari nafkah dari pucuk-pucuk pohon kelapa.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno