Di Bawah Guyuran Hujan, Kepulangan Jemaah Haji Kloter 18 JKS Diwarnai Kisruh Pembagian Koper
Depok – Spektroom: Kebahagiaan ratusan jemaah haji Kloter 18 JKS asal Kota Depok yang akhirnya kembali ke Tanah Air, Senin (22/6/2026), sempat diwarnai suasana kurang nyaman.
Hujan deras yang mengguyur Kota Depok sejak sekitar pukul 15.00 hingga menjelang Magrib membuat proses pengambilan koper dan barang bawaan jemaah menjadi semrawut.
Di halaman Kantor Pemerintah Kota Depok, lokasi penyambutan jemaah, ratusan anggota keluarga bersama para jemaah berupaya mencari tempat berteduh. Sebagian memilih menunggu di Masjid Agung Baitul Kamal, sementara lainnya memenuhi area Perpustakaan Kota Depok.

Guyuran hujan yang tak kunjung reda membuat petugas penyelenggara haji dari Kantor Urusan Haji dan Umrah Kota Depok bekerja ekstra. Kendaraan boks pengangkut koper harus tetap membagikan barang bawaan di tengah kondisi lapangan yang basah dan padat oleh keluarga penjemput. Suasana semakin ramai ketika petugas memanggil nama pemilik koper dari atas mobil boks.
Di tengah suara hujan, banyak keluarga mengaku kesulitan mendengar panggilan sehingga terjadi antrean yang tidak beraturan. Kondisi itu menimbulkan kebingungan, terutama saat koper-koper berukuran besar mulai diturunkan.
Meski demikian, Bobby, petugas dari Kantor Urusan Haji dan Umrah Kota Depok, meminta keluarga jemaah tetap tenang. Ia bahkan menyaran kan para jemaah lanjut usia untuk terlebih dahulu beristirahat atau pulang bersama keluarga, sementara proses pengambilan koper dapat diwakilkan.
"Kami menjamin seluruh barang bawaan jemaah akan sampai kepada pemiliknya dalam kondisi utuh. Mohon bersabar dan tetap tertib," ujarnya.
Salah seorang jamaah haji Kloter 18 Sony (60), warga Pondok Tirta Mandala, menilai sebenarnya sistem pembagian koper sudah cukup baik. Koper telah diberi penanda pita berwarna dan dikelompokkan berdasarkan rombongan.
"Sebetulnya sudah bagus. Ada pita merah, pita biru, dan sudah dikelompokkan berdasarkan rombongan. Hanya saja karena hujan deras dan penyebutan dari mobil boks kurang terdengar, akhirnya orang-orang jadi bingung dan berkumpul di satu tempat," katanya.
Menurutnya, Kloter 18 JKS terdiri atas beberapa rombongan, setiap rombongan dibagi lagi menjadi empat regu dengan sekitar sepuluh orang per regu. Dalam kondisi normal, sistem tersebut dinilai cukup memudahkan proses distribusi koper. Namun cuaca buruk membuat pelaksana annya tidak berjalan sebagaimana direncanakan.
Meski sempat diwarnai kepadatan dan kebingungan saat pembagian barang, seluruh proses berlangsung tanpa insiden berarti. Satu per satu koper akhirnya berhasil diterima oleh para pemiliknya, sementara kebahagiaan keluarga yang telah lama menanti kepulangan orang-orang tercinta tetap menjadi penutup dari perjalanan ibadah haji Kloter 18 JKS asal Kota Depok.(wismo).