Di Lampung, KDKMP Akan Kelola Penggilingan Padi Hingga Industri Pengolahan Komoditas Lokal

# Repost biroadpim.lampungprov.go.id

Di Lampung, KDKMP Akan  Kelola  Penggilingan Padi Hingga Industri Pengolahan Komoditas Lokal
Gubernur Mirza pada Lampung Post Executive Forum III Tahun 2026. (Foto Biro Adpim Lampung).

Bandarlampung - Spektroom: Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor transformasi ekonomi desa melalui penguatan hilirisasi komoditas unggulan, pemberdayaan UMKM, hingga pembenahan sistem distribusi pangan yang lebih efisien.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menjadi keynote speech pada Lampung Post Executive Forum III Tahun 2026 bertema Transformasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai Mesin Ekonomi dan Simpul Distribusi Pangan Unggulan Lampung, Selasa (21/7/2026).

Gubernur Mirza menegaskan bawha Pemerintah Provinsi Lampung memandang KDMP bukan sekadar lembaga ekonomi desa, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mengakselerasi program hilirisasi komoditas yang tengah dijalankan melalui Program Desaku Maju.

Mirza mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi strategis KDKMP. Padahal, koperasi sejak awal telah diamanatkan sebagai salah satu pilar perekonomian nasional yang berlandaskan semangat gotong royong dan pemerataan kesejahteraan.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa Lampung memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis koperasi karena merupakan salah satu lumbung pangan nasional.

Produksi gabah di Lampung mencapai sekitar 3,5 juta ton atau setara sekitar 1,9 juta ton beras, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 800 ribu ton per tahun. Dengan kondisi tersebut, Lampung sesungguhnya memiliki surplus beras yang besar.

Namun, menurut Gubernur Mirza bahwa manfaat ekonominya belum sepenuhnya dinikmati masyarakat karena sebagian besar proses pengolahan dan distribusi masih dilakukan di luar sentra produksi.

Selama ini berbagai komoditas unggulan Lampung, seperti padi, jagung, singkong, kopi, hingga kelapa sawit masih menghadapi rantai distribusi yang panjang.

Akibat kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar nilai tambah hasil produksi justru dinikmati di luar daerah, sementara petani dan masyarakat menanggung tingginya biaya distribusi.

"Yang membayar ongkos distribusi itu pada akhirnya petani dan masyarakat. Karena sistemnya tidak efisien, nilai tambahnya juga lebih banyak dinikmati di luar daerah," ujarnya.

Persoalan serupa juga terjadi pada komoditas jagung. Gubernur Mirza mengungkapkan produksi jagung Lampung mencapai sekitar 1,259 juta ton per tahun.

Namun, sebagian besar jagung masih dikirim dalam kondisi basah menuju industri pakan sehingga sekitar 240 ribu ton kandungan air ikut diangkut.

Menurutnya, biaya pengangkutan tersebut pada akhirnya menjadi beban petani dan memperpanjang rantai logistik yang tidak efisien.

Karena itu, Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pembangunan ekosistem hilirisasi hingga tingkat desa melalui Program Desaku Maju. Berdasarkan kajian Pemprov Lampung, sekitar 25 persen biaya pokok produksi (HPP) berbagai komoditas terserap akibat panjangnya rantai distribusi.

Untuk mengatasinya, KDKMP akan menjadi pengelola berbagai unit usaha produktif, mulai dari pengering hasil panen (dryer), penggilingan padi (rice milling unit), pabrik pakan ternak, hingga industri pengolahan berbasis komoditas lokal.

Dengan demikian, nilai tambah diharapkan tetap berputar di desa sehingga meningkatkan pendapatan petani dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Kita ingin nilai tambah itu berhenti di desa. Jagung tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi pakan. Gabah diproses menjadi beras di desa sehingga manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat," ujarnya.(@Ng).

Berita terkait

Mahasiswa UMI Memandu Perwakilan MACEH Indonesia Praktek Kerja Aplikasi di Borong Loe Bulukumba

Mahasiswa UMI Memandu Perwakilan MACEH Indonesia Praktek Kerja Aplikasi di Borong Loe Bulukumba

Bulukumba - Spektroom : Selama dua hari di rumah produksi MACEH Indonesia, Desa Borong Loe, Kabupaten Bulukumba, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia mendampingi mitra belajar mendeteksi penyakit tanaman merica lewat kamera ponsel dan kecerdasan buatan. Aroma merica kering masih menggantung di udara ketika rombongan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia tiba di rumah produksi

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti
Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi Kepada Penggerak Koperasi di Pamekasan

Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi Kepada Penggerak Koperasi di Pamekasan

Pamekasan –Spektroom : Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan arahan sekaligus berdialog dengan para pelaku koperasi lintas sektor membahas berbagai langkah penguatan koperasi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.Arahan tersebut disampaikan Menteri Koperasi dalam dialog yang didampingi Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Selasa sore (21/7/2026). Sejumlah pelaku koperasi mempertanyakan berbagai hal

Nurana Diah Dhayanti
Gubernur Maluku Apresiasi Pengabdian PPI Dunia Amerop, Dorong Promosi Banda dan Maluku ke Kancah Internasional

Gubernur Maluku Apresiasi Pengabdian PPI Dunia Amerop, Dorong Promosi Banda dan Maluku ke Kancah Internasional

Ambon – Spektroom:Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menerima audiensi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Kawasan Amerika–Eropa (Amerop) di Ruang Rapat Gubernur Maluku, Selasa 21/7/2026. Audiensi tersebut membahas pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Banda 2026 yang akan berlangsung di Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Pada kesempatan itu, Gubernur Hendrik

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Robert Sapulette Dilantik Jadi Sekda  Kota Ambon, Wali Kota Minta Kawal 17 Program Prioritas dan Reformasi Birokrasi

Robert Sapulette Dilantik Jadi Sekda Kota Ambon, Wali Kota Minta Kawal 17 Program Prioritas dan Reformasi Birokrasi

Ambon–Spektroom :Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena resmi melantik Robert Sapulette sebagai Sekretaris Kota (Sekot) Ambon dalam upacara pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Lantai II Balai Kota Ambon, Selasa (21/7/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Wali Kota Ambon Nomor 554 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Pegawai

Eva Moenandar, Anggoro AP