Lulusan PUtech Siap Hadapi Tantangan Resiliensi Infrastruktur yang Kian Kompleks
Semarang – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan pentingnya kesiapan tenaga profesional konstruksi dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks, terutama di tengah perubahan iklim dan kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire.
Menurut Menteri Dody, penguasaan pengetahuan, inovasi, dan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu menjaga kualitas, ketahanan, dan keselamatan infrastruktur di tengah munculnya berbagai tantangan baru.
“Tantangan pekerjaan pembangunan infrastruktur di negeri ini dari waktu ke waktu semakin besar. Indonesia berada di Ring of Fire, sehingga kualitas bangunan, kualitas infrastruktur, dan resiliensinya harus terus kita tingkatkan,” kata Menteri Dody.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Dody saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-5 Tahun 2026 Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) di Kampus 2 PUtech, Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Menteri Dody menambahkan, selain penguatan kompetensi teknis, Menteri Dody mendorong lulusan PUtech untuk menguasai perkembangan teknologi yang mendukung pelaksanaan konstruksi, seperti Building Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (IoT). Penerapan teknologi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan kualitas pekerjaan konstruksi, termasuk pentingnya penerapan budaya keselamatan (safety first) serta kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dalam tim.
"Tantangannya ke depan akan sangat-sangat besar sekali, terutama dalam keputusan pembangunan, maupun konservasi, maupun dunia usaha konstruksi yang sesungguhnya," ujar Menteri Dody.

Menteri Dody turut mendorong dunia usaha dan industri konstruksi untuk memperkuat kerja sama dengan PUtech, antara lain melalui penyediaan pengalaman magang yang berkualitas dan keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kompetensi lulusan terus selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang berkembang dinamis.
Direktur PUtech Brawijaya mengatakan, pendidikan vokasi di PUtech dirancang untuk menghasilkan tenaga terampil yang memiliki pengalaman praktik dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran dilaksanakan dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori, termasuk melalui program magang dan kerja praktik selama enam bulan bersama Kementerian PU, dunia usaha, dan dunia industri serta sertifikasi kompetensi bidang konstruksi.
Dari 230 wisudawan tahun ini, sebanyak 64 orang telah bekerja atau diterima bekerja, sementara 57 wisudawan lainnya tengah mengikuti proses seleksi di sejumlah penyedia jasa (kontraktor), termasuk BUMN Karya.
Wisuda Ke-5 PUtech sekaligus menandai perjalanan lima angkatan pendidikan vokasi di bawah Kementerian PU dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang konstruksi.