Waspada kabut asap Ancaman yang Tak Terlihat dan berbahaya

Waspada kabut asap Ancaman yang Tak Terlihat dan berbahaya
dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat dr. Risa Febriana, Sp.P selaku Tim metigasi Karhutla ingatkan warga waspada kabut asap yg tidak keliatan mengandung partikel debu berbahaya ( Foto : Dok Tim metigasi Karhutla Kalbar) .

Pontianak - Spektroom : Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di balik jarak pandang yang memendek dan aroma asap yang menyengat, tersimpan ancaman lain yang sering kali luput dari perhatian, yakni masuknya partikel-partikel berbahaya ke dalam saluran pernapasan manusia.

Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Soedarso Pontianak, dr. Risa Febriana, Sp.P, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan kabut asap yang saat ini masih terjadi di berbagai daerah di Kalbar.

Menurutnya, kabut asap bukan sekadar gangguan lingkungan yang membuat aktivitas menjadi tidak nyaman.

Kondisi tersebut merupakan bentuk pencemaran udara yang mengandung partikel halus berbahaya yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

“Selain mengganggu pernapasan, kabut asap juga dapat menyebabkan mata perih dan berair, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, pilek, hingga memperberat asma dan sesak napas,” ujar dr. Risa Tim Mitigasi Kabut Asap RSUD dr. Soedarso Pontianak , Sabtu (19/09/2026).

Ia menjelaskan, kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak adalah bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit pernapasan dan penyakit kronis lainnya.

Pada kelompok ini, paparan asap dalam waktu lama dapat memperburuk kondisi kesehatan dan meningkatkan risiko komplikasi.

Di tengah kualitas udara yang menurun, dr. Risa meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat konsentrasi asap meningkat.

Penggunaan masker yang sesuai standar juga dinilai penting untuk mengurangi jumlah partikel berbahaya yang terhirup.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah agar asap tidak mudah masuk ke dalam ruangan.

Konsumsi air putih yang cukup juga perlu dilakukan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.

“Perhatian khusus harus diberikan kepada kelompok rentan. Pastikan mereka mendapatkan perlindungan dari paparan asap dan segera mendapatkan penanganan apabila mengalami keluhan kesehatan,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan medis apabila muncul gejala yang semakin berat, seperti sesak napas yang memburuk, batuk berkepanjangan, atau iritasi tenggorokan yang tidak kunjung membaik.

Di sisi lain, dr. Risa menegaskan bahwa upaya melindungi kesehatan harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan karhutla.

Salah satunya dengan tidak membuka lahan atau membakar sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran dan memperparah kabut asap.

“Tidak perlu panik, tetapi masyarakat harus memahami risikonya. Kurangi paparan asap, lindungi kelompok rentan, dan segera cari pertolongan medis jika mengalami gangguan kesehatan,” pesannya.

Udara yang terlihat biasa, namun dapat membawa ancaman serius bagi kesehatan jika kewaspadaan mulai diabaikan.

Berita terkait

Para Lansia Yang Tergabung Nirwana Ladies Swimming Dapat Meningkatkan Olahraganya Sesuai Kemampuannya

Para Lansia Yang Tergabung Nirwana Ladies Swimming Dapat Meningkatkan Olahraganya Sesuai Kemampuannya

Bogor – Spektroom :Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendukung berbagai kegiatan para lanjut usia (lansia) untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan melalui aktivitas olahraga. Dukungan tersebut diwujudkan melalui dukungan kegiatan olahraga, pemeriksaan kesehatan gratis sabtu, (19/9/20) Dinkes Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan komunitas lansia

Asmari, Nurana Diah Dhayanti