Pangdam XII/ Tanjungpura Pastikan Masyarakat Terdampak Karhutla Aman
Ketapang - Spektroom : Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan dan ancaman kebakaran hutan serta lahan (karhutla), warga berkumpul membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah air lainnya di depan Masjid Al-Muhdi, Jalan Rahadi Usman Ketapang.
Bagi sebagian warga, air bersih kini menjadi kebutuhan yang semakin sulit diperoleh.
Kemarau yang panjang tidak hanya memunculkan titik-titik api di sejumlah kawasan, tetapi juga berdampak pada ketersediaan sumber air yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Situasi tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ketapang, Sabtu (19/09/2026).
Dalam kunjungan itu, Pangdam didampingi Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama meninjau langsung lokasi penanganan karhutla, pembangunan sumur bor, sekaligus penyaluran bantuan air bersih kepada warga.
Sebelum menyapa masyarakat, rombongan terlebih dahulu meninjau lokasi pembangunan sumur bor di Jalan Pelang–Tumbang Titi Km 5, Desa Pelang.
Sumur bor tersebut disiapkan sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air di kawasan yang rawan mengalami kekeringan sekaligus rentan terhadap kebakaran lahan.
Di lokasi itu, hamparan lahan yang mengering menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla tidak hanya berbicara tentang api dan asap, tetapi juga tentang akses masyarakat terhadap sumber daya paling mendasar: air.
"Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Kami terus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait agar upaya pencegahan maupun penanggulangan berjalan optimal," kata Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama.
Dari lokasi sumur bor, rombongan bergerak menuju Dusun Parit Timur untuk menyerahkan bantuan air bersih kepada warga. Kehadiran truk pengangkut air disambut antusias masyarakat yang sejak pagi telah menunggu giliran mendapatkan pasokan air.
Menurut Putra, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kondisi kemarau. Selain itu, kopembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif yang tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran lahan.
"Selain penanganan Karhutla, kebutuhan masyarakat juga menjadi perhatian kami. Bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga, sementara pembangunan sumur bor menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketersediaan sumber air di wilayah yang rawan Karhutla," ujarnya.
Di tengah tantangan musim kemarau, kunjungan tersebut menghadirkan pesan bahwa penanganan karhutla bukan sekadar memadamkan api.
Di baliknya ada upaya menjaga kehidupan masyarakat agar tetap berjalan, mulai dari memastikan sumber air tersedia hingga memperkuat kolaborasi berbagai pihak untuk menghadapi ancaman bencana yang datang setiap musim kering.