Di Solo, Terjadi Pergeseran Trend Penyakit, Hipertensi Serang Remaja
Solo - Spektroom : Trend penyakit yang terjadi di Kota Solo sekarang ini sudah mengalami pergeseran, salah satunya sisi penderita tidak lagi menyereng diatas usia 50 tahun tetapi anak usia sekolah sudah terjangkit.
Dinas Kesehatan Surakarta saat melakukan cek kesehatan di Sekolah menemukan fakta anak remaja usia 16 tahun memiliki tekanan darang yang cukup timggi mencapai 170.
Dikonfirmasi ( Jumat, 15/05/2026 ) Kepala Dinas Kesehatan Surakarta Retno Erawati menjelaskan munculnya trend dipengaruhi beberapa gaya hidup sedenter atau kurang aktivitas yang kebih dikenal dengan istilah " mager"
" Kemari saat cek kesehatan di sekolah ada anak usia 16 tahun tensinya sudah 170 karena kebiasaan begadang, dan makan mie instan ini sudah mulai di anak remaja" Jelas Retno
Menyikapi fakta dilapangan Dinkes Surakarta mulai menggandeng berbagai komunitas pemuda seperti forum anak gempita dan karangtaruna untuk mendasi relawan penggerak edukasi sebaya.
Dilibatkannya generasi Z merupakanangkah strategis karena komunikasi antar temam sebaya akan lebih efektif dalam mengubah kebiasaan buruk dikalangan remaja.
Pergeseran trend juga terjadi pada pada jenis penyakit dimana dari hasil laporan fasilitas pelayanan kesehatan, sebelumnya daftar 10 besar menyakit dinominasi pada infeksi saluran pernafasan akut - ISPA sekarang posisi 3 besar pada penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabets dan jantung.
Pergeseran menunjukkan ancaman kesehatan masyarakat lebih dipicu gaya hidup dibanding penularan virus.
" Kalau dulu ranking satu dua itu diduduki penyakit menular sekarang ranking satu, dua dan tiga sudah diduduki penyakit tidak menukar seperti hipertensi, diabets dan jantung" Jelas retno
Dinas Kesehehatan akan terus melakukan penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat - Germas guna menekan angka prevalensi penyakit kronis tidak semakin melonjak. ( Dan )