Di Tengah Asap dan Krisis Air, Seteguk Harapan Datang di Dusun Lintang Batang

Di Tengah Asap dan Krisis Air, Seteguk Harapan Datang di Dusun Lintang Batang
Kapolda Kalbar Albert Teddy Benhard Sianipar turun lapangan memeriksa kelancaran distribusi air untuk masyarakat Lintang Batang Teluk Bakung Ambawang Kubu Raya Kalimantan Barat. Foto: Bid Humas Polda Kalbar.

Kubu Raya - Spektroom : Bau hangus sisa kebakaran masih terasa di udara Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kalimantan Barat.

Di sepanjang Jalan Trans Kalimantan, hamparan lahan yang beberapa hari lalu dilalap api kini menyisakan tanah menghitam dan kepulan asap tipis yang sesekali muncul dari sela vegetasi kering.

Bagi warga setempat, kebakaran hutan dan lahan bukan hanya soal api yang membakar.

Musibah itu juga membawa persoalan lain yang tak kalah berat: hilangnya akses terhadap air bersih.

Kapolda berdialog dengan aparat ,petugas dan masyarakat setempat. Foto: Bid Humas Polda Kalbar

Parit-parit yang selama ini menjadi sumber air warga mengering akibat kemarau panjang.

Sebagian keluarga terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi itu, bantuan air bersih menjadi sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar bantuan logistik biasa.

Kamis (03/09/2026), sejumlah warga berkumpul di sebuah titik pelayanan yang dibuka Polda Kalimantan Barat.
Anak-anak, orang tua, hingga lansia datang bergantian.

Sebagian mengenakan masker untuk mengurangi paparan asap yang masih menyelimuti kawasan tersebut.

Di antara mereka ada Anton warga Desa Teluk Bakung. Ia mengaku beberapa pekan terakhir keluarganya harus berhemat menggunakan air karena sumber air di sekitar rumah mengering.

“Parit sudah kering. Kami terpaksa pakai air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Tak jauh dari lokasi pembagian air bersih, tim kesehatan memeriksa warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan akibat asap.

Batuk, sesak napas, mata perih, hingga iritasi saluran pernapasan menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan.

Dokter Jefri, salah seorang tenaga medis yang bertugas, mengatakan puluhan warga menjalani pemeriksaan kesehatan.

Kualitas udara yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir membuat kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi pihak yang paling terdampak.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar yang hadir di lokasi mengatakan penanganan karhutla tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.

Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat yang terdampak juga menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan bencana.

Beberapa hari sebelumnya, kebakaran lahan di kawasan tersebut sempat memicu kekhawatiran karena api mendekati fasilitas vital di sekitar Jalan Trans Kalimantan.

Berkat kerja sama petugas gabungan dan masyarakat, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum meluas.

Kini, setelah api padam, tantangan lain muncul. Bagi warga Dusun Lintang Batang, perjuangan bukan lagi melawan kobaran api, melainkan bertahan di tengah asap yang tersisa dan krisis air bersih .

Di tengah situasi itu, setetes air dan perhatian menjadi penanda bahwa mereka tidak sedang menghadapi bencana ini sendirian.

Berita terkait

129 Tim dari 52 Kampus Siap Berkompetisi Pada Ajang Kontes Kapal Indonesia: Bupati Bengkalis Apresiasi Kemdiktisaintek

129 Tim dari 52 Kampus Siap Berkompetisi Pada Ajang Kontes Kapal Indonesia: Bupati Bengkalis Apresiasi Kemdiktisaintek

Bengkalis-Spektroom: Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni secara resmi membuka Kontes Kapal Indonesia (KKI) Tahun 2026 di Lapangan Tugu Bengkalis, Senin (14/9/2026). Kegiatan nasional tersebut diikuti 52 perguruan tinggi se-Indonesia yang terdiri dari 7 politeknik, 5 institut dan 40 universitas dengan total 129 tim. Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi

Salman Nurmin, Rafles