Di Tengah Denyut Jakarta Menuju Kota Global, Hunian Terjangkau Mulai Dibangun di Manggarai

Hunian Manggarai dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare yang merupakan aset milik PT KAI dengan total delapan tower hunian vertikal setinggi 24 lantai.

Di Tengah Denyut Jakarta Menuju Kota Global, Hunian Terjangkau Mulai Dibangun di Manggarai
Pejabat terkait malakukan penekanan tombol pada acara groundbreaking Hunian Manggarai, PT Kereta Api Indonesia (Persero). (Foto: Spektroom/IIS).

Jakarta-Spektroom : Deru aktivitas perkeretaapian di kawasan Manggarai segera akan memiliki warna baru. Di tengah salah satu simpul transportasi tersibuk di Jakarta, pembangunan hunian vertikal mulai digulirkan sebagai bagian dari upaya menyediakan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Melalui groundbreaking Hunian Manggarai, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memulai pembangunan kawasan hunian yang mendukung Program 3 Juta Rumah Rakyat, salah satu program prioritas pemerintah dalam menyediakan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan groundbreaking tersebut bukan sekadar dimulainya pekerjaan konstruksi. Lebih dari itu, pembangunan Hunian Manggarai menjadi penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Bagi KAI, groundbreaking hari ini bukan semata-mata dimulainya sebuah pekerjaan fisik. Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dengan tetap menempatkan keselamatan dan kelancaran layanan kereta api sebagai prioritas utama,” katanya, saat menyampaikan laporan pada acara groundbreaking Hunian Manggarai, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Jum'at (21/8/2026).

Ia, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, kementerian, lembaga terkait, masyarakat yang telah mendukung persiapan pembangunan hunian tersebut.

"Hunian Manggarai dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare yang merupakan aset milik PT KAI. Kawasan ini akan mencakup dua blok utama, yakni Blok G dan Blok F, dengan total delapan tower hunian vertikal setinggi 24 lantai. Secara keseluruhan, proyek tersebut akan menghadirkan 3.784 unit hunian. Sebanyak 1.276 unit berada di Blok G yang terdiri atas tiga tower, sedangkan 2.508 unit lainnya akan dibangun di Blok F dengan lima tower," sebutnya.

Ia, mengungkapkan, beragam tipe hunian disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari unit studio berukuran 28 meter persegi hingga hunian dua dan tiga kamar tidur. Selain tempat tinggal, kawasan tersebut juga akan dilengkapi 150 unit retail pendukung.

"Pembangunan Hunian Manggarai ditargetkan berlangsung selama 18 bulan sejak dimulainya pekerjaan fisik," ujarnya.

Tamu undangan yang hadir mengikuti groundbreaking Hunian Manggarai, PT Kereta Api Indonesia (Persero). (Foto: Spektroom/IIS).

Menurutnya, proyek tersebut membawa tiga prinsip utama, yakni layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Hunian yang dibangun harus memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, dan fungsi sebagai tempat tinggal.

"Prinsip keberlanjutan diwujudkan melalui pemanfaatan lahan yang efisien, keterhubungan dengan angkutan massal, kepatuhan terhadap lingkungan, serta pengelolaan kawasan dalam jangka panjang," ucapnya.

Ia, mengungkapkan, keberadaan hunian di kawasan Manggarai menjadi jawaban atas kebutuhan tempat tinggal di tengah kota, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah.

Bagi calon penghuninya kelak, delapan tower yang akan berdiri di kawasan strategis tersebut bukan hanya deretan bangunan bertingkat. Hunian Manggarai diharapkan menjadi ruang baru memulai kehidupan, bekerja, beraktivitas, dan menikmati akses lebih dekat dengan denyut Kota Jakarta.

Berita terkait