Di Tengah Kabut Asap, Pengajian Muslimah Pemprov Kalteng Menguatkan Iman dan Kepedulian
Palangka Raya-Spektroom : Di tengah suasana Kalimantan Tengah yang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para muslimah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkumpul di Istana Isen Mulang, Jumat (28/8/2026).
Bukan sekadar menghadiri agenda rutin, pertemuan itu menjadi ruang untuk sejenak mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempererat silaturahmi, sekaligus mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW.
Pengajian Rutin Muslimah tersebut dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qariah Nofa Hidayah Aini.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, dalam sambutannya mengajak para muslimah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menghadirkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujar Aisyah.
Menurutnya, nilai kejujuran, amanah, kesabaran dan kasih sayang tidak cukup hanya dipahami, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan, baik di tengah keluarga, lingkungan kerja maupun masyarakat.
Pesan itu terasa semakin relevan ketika kondisi kabut asap masih menjadi perhatian. Aisyah mengingatkan para muslimah agar menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan disiplin menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
“Di tengah kondisi kabut asap yang melanda Kalimantan Tengah, mari kita bersama-sama menjaga kesehatan diri dan keluarga,” pesannya.
Ia juga mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran yang dapat memperburuk kondisi lingkungan serta saling mengingatkan untuk menjaga keselamatan bersama.
Suasana pengajian kemudian diperdalam melalui tausiyah yang disampaikan Tajuddin Noor. Ia mengajak jamaah tidak hanya mengenang Rasulullah SAW melalui peringatan Maulid, tetapi menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Salah satu pesan yang disampaikan adalah tentang membalas keburukan dengan kebaikan. Ia mengibaratkan manusia seperti tanah yang meskipun diinjak dan dicangkul, tetap memberikan manfaat dengan menumbuhkan tanaman dan menghasilkan buah.
“Meneladani Rasulullah SAW tidak cukup hanya melalui ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan,” tutur Tajuddin.
Ia juga mengingatkan pentingnya keikhlasan. Setiap kebaikan, katanya, hendaknya dilakukan semata-mata untuk mengharapkan rida Allah SWT, bukan demi pujian atau pengakuan manusia.
Kegiatan dihadiri Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita Provinsi Kalimantan Tengah Nunu Andriani Edy Pratowo, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah Lisda Arriyana, Asisten Administrasi Umum Sunarti, serta ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. (Polin-TRA/TND)