Di Tengah Khusyuk Wukuf 9 Zulhijah, Satu Jemaah Haji Asal Kalteng Wafat di Tanah Suci
Makkah-Spektroom: Suasana haru menyelimuti pelaksanaan puncak ibadah haji 1447 Hijriah di Padang Arafah, Selasa (26/5/2026). Di tengah jutaan jemaah yang larut dalam doa dan kekhusyukan wukuf 9 Zulhijah, kabar duka kembali datang bagi Kalimantan Tengah.
Seorang jemaah haji reguler asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Maniah Abdullah Ibai (64), wafat di tenda Arafah sekitar pukul 13.25 Waktu Arab Saudi (WAS), setelah sempat menjalani perawatan akibat pneumonia beberapa hari sebelumnya.
Atmosfer Arafah yang sejak pagi dipenuhi lantunan talbiyah, doa, dan isak haru tangis para jemaah mendadak berubah haru bagi rombongan Kloter BDJ 05. Di saat para jemaah mempersiapkan diri menjalani wukuf sebagai inti ibadah haji, tim medis kloter berjibaku memberikan pertolongan kepada almarhumah yang mengalami sesak napas dan kondisi tubuh melemah.
Ketua Kloter BDJ 05, Slamet Riyadi, menjelaskan sebelum memasuki fase Armuzna, almarhumah sempat dirawat selama lima hari di Rumah Sakit An-Nur karena pneumonia dan diperbolehkan kembali mengikuti rangkaian ibadah setelah kondisi dinilai membaik.
“Berdasarkan hasil observasi dan penanganan medis, kondisi almarhumah dinyatakan membaik sehingga diperbolehkan kembali untuk mengikuti rangkaian ibadah Armuzna,” ujar Slamet Riyadi.
Namun sekitar dua jam berada di tenda Arafah, kondisi kesehatan Maniah kembali menurun. Dokter Kloter 5, dr. Tania, menyebut almarhumah mengalami sesak napas, pusing, dan lemas. Tim kesehatan telah melakukan penanganan secara maksimal.
“Tim kesehatan kloter sempat memberikan penanganan medis secara maksimal saat kondisi almarhumah kembali menurun. Namun Allah SWT berkehendak lain, almarhumah wafat di klinik Arafah pada pukul 13.25 WAS. " ungkap Slamet.

Kabar wafatnya Maniah Abdullah Ibai (64), ini menambah daftar jemaah haji asal Kalimantan Tengah yang meninggal dunia di Tanah Suci menjadi dua orang pada musim haji tahun 1447 H.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah, Hasan Basri, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah asal Kotawaringin Barat tersebut.
“Semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan,” ungkap Hasan Basri.
Sebelumnya, kabar duka pertama datang dari Kloter BDJ 06. Jemaah asal Kabupaten Seruyan, M. Darmawan bin M. Ali (66), wafat di RS Al Noor Makkah pada Kamis (14/5/2026) pukul 18.48 WAS setelah menjalani perawatan medis. Almarhum kemudian dimakamkan di Pemakaman Saraya, Makkah.

Di sisi lain, jutaan jemaah haji saat ini masih menjalani prosesi wukuf di Arafah sebelum bergerak menuju Muzdalifah selepas magrib. Pemerintah Arab Saudi bersama petugas haji Indonesia juga menerapkan skema murur bagi jemaah risiko tinggi, lanjut usia, dan penyandang disabilitas untuk mengurangi kelelahan ekstrem di tengah suhu panas Tanah Suci.
Skema tersebut memungkinkan jemaah melintas di Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun untuk mabit, sebagai langkah perlindungan terhadap kondisi fisik jemaah yang rentan selama fase Armuzna berlangsung. (Polin-SR)