Di Tengah Ramainya CFD Solo, Bis Pintar Hadir Mengajak Warga Kembali Gemar Membaca
Surakarta – Spektroom: Di tengah hiruk-pikuk warga yang berjalan santai, bersepeda, dan berolahraga di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (26/7/2026), ada pemandangan yang berbeda. Sejumlah orang tampak asyik duduk lesehan di tepi jalan sambil membaca buku.
Pusat keramaian kecil itu berada di depan Taman Sriwedari. Di samping para pembaca, terparkir sebuah kendaraan bertuliskan "Bis Pintar – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta" yang menjadi magnet bagi anak-anak hingga orang dewasa.
Dari luar, kendaraan itu tampak seperti bus pada umumnya. Namun saat melangkah masuk, suasananya berubah menjadi perpustakaan mini yang nyaman. Rak-rak buku tertata rapi, dilengkapi bangku untuk membaca, menghadirkan ruang literasi di tengah keramaian akhir pekan.
"Saya sedang mencari referensi tentang seni dan gaya hidup. Bukunya cukup lengkap dan mudah dicari karena penataannya rapi," ujar Nia, seorang pengunjung yang juga mahasiswi di Solo.

Tak hanya kalangan dewasa, anak-anak juga tampak antusias. Mereka keluar-masuk bus sambil memilih buku cerita bergambar yang tersusun di rak bagian bawah. Beberapa buku tiga dimensi menjadi favorit.
"Mama, ini jerapahnya bisa keluar... kupu-kupunya juga bisa dipegang," celetuk seorang anak dengan wajah berbinar saat membuka buku tentang satwa.
Di sudut lain, sejumlah siswa sekolah dasar duduk berdampingan dengan orang tuanya menikmati buku pilihan mereka.
Nita, seorang ibu rumah tangga, sengaja mengajak kedua anaknya berkunjung ke Bis Pintar agar mereka lebih akrab dengan buku.
"Saya ingin anak-anak mengenal perpustakaan dan tidak selalu bergantung pada gadget. Bukunya menarik, jadi mereka senang membaca," katanya.

Pustakawan Bis Pintar, Titik, menjelaskan layanan perpustakaan keliling modern milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta itu rutin hadir setiap Minggu di kawasan CFD mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Menurutnya, kehadiran Bis Pintar menjadi salah satu cara mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat, terutama anak-anak, di tengah pesatnya penggunaan gawai.
"Awalnya banyak warga hanya melihat-lihat. Namun setelah masuk, mereka tertarik membaca, bahkan ada yang mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan. Semua layanan ini gratis," ujarnya.
Selain menyediakan koleksi buku anak, Bis Pintar juga menghadirkan buku pengetahuan umum, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, budaya, hingga gaya hidup. Warga yang ingin meminjam buku pun dapat langsung mendaftar sebagai anggota perpustakaan tanpa dipungut biaya. (Ciptati Handayani)