Di Usia 89 Tahun, Ibu Tjitjih Menjemput Panggilan Ilahi: Perjalanan Iman yang Tak Pernah Pensiun

Di Usia 89 Tahun, Ibu Tjitjih Menjemput Panggilan Ilahi: Perjalanan Iman yang Tak Pernah Pensiun
Ibu Tjitjih. Usia 89 Calon Jemaah tertua asal Palangkaraya. (foto: A.Prabandari/ istimewa)

Palangka Raya-Spektroom: Di saat sebagian orang memilih menikmati masa senja dengan beristirahat, Ibu Tjitjih justru bersiap menapaki perjalanan terjauh dalam hidupnya—menuju Tanah Suci. Di usia 89 tahun, langkahnya mungkin tak lagi secepat dulu, namun tekad dan imannya justru kian menguat, menembus batas usia.

Perjalanan ini bukanlah keputusan yang lahir dalam semalam. Puluhan tahun ia menanti, menabung sedikit demi sedikit, sambil menjaga tubuhnya tetap bugar. Jalan kaki setiap pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan latihan sunyi yang ia yakini sebagai persiapan menuju Arafah.

“Alhamdulillah, saya sudah dua kali umrah. Itu jadi penguat,” tuturnya pelan pada Senin (20/04/2026). Pengalaman tersebut menjadi bekal batin menghadapi perjalanan haji yang jauh lebih panjang dan menantang. Panas terik dan lautan manusia yang dulu ia rasakan, justru menghadirkan ketenangan yang sulit dijelaskan.

Di rumah sederhana tempat ia tinggal, hari-harinya diisi dengan zikir, selawat, dan istigfar yang tak pernah putus. Bagi Ibu Tjitjih, ibadah bukan sekadar kewajiban, melainkan cara merawat hati agar selalu siap ketika panggilan itu datang. Pesan almarhum suaminya terus ia genggam erat: memperbanyak istigfar, karena manusia tak pernah luput dari dosa, baik yang terasa maupun tidak.

Kini, panggilan itu benar-benar nyata. Ia tak berjalan sendiri. Anak dan cucunya setia mendampingi, menjadi saksi perjalanan spiritual yang melintasi generasi. Kebersamaan ini menjadikan ibadah haji bukan hanya milik pribadi, tetapi juga warisan iman bagi keluarga.

Di balik kebahagiaan tersebut, terselip rasa cemas yang manusiawi. Usia lanjut menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani rangkaian ibadah haji yang tidak ringan. Namun, bagi keluarga, keyakinan lebih besar dari kekhawatiran. Mereka memilih ikhlas, menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan.

Pemerintah pun memberikan perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia melalui berbagai skema pelayanan, termasuk program murur, sebagai upaya menjaga keselamatan tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.

“Kalau Ibu, habis salat itu diperbanyak zikir, selawat, istigfar. Kita ini banyak dosa, yang terasa maupun tidak terasa,” ucapnya lirih, seakan menasihati diri sendiri.

Kisah Ibu Tjitjih menjadi pengingat sederhana namun dalam: usia boleh menua, tetapi harapan tak pernah mengenal kata pensiun. Ibadah haji bukan soal siapa yang paling cepat atau paling kuat, melainkan siapa yang terus mengetuk pintu-Nya dengan kesabaran dan keyakinan.

Dan ketika langkah itu benar-benar sampai di Tanah Suci, yang tersisa hanyalah doa—berangkat dengan iman, pulang dengan selamat. Sebab sejauh apa pun perjalanan, rumah tetap menjadi tujuan akhir, dengan hati yang kini lebih dekat kepada-Nya. (Polin-A Prabandari)

Berita terkait

Bakti Sosial Hari Kartini di Batang, 300 Warga Nikmati Layanan Kesehatan Gratis dari Dokter Spesialis

Bakti Sosial Hari Kartini di Batang, 300 Warga Nikmati Layanan Kesehatan Gratis dari Dokter Spesialis

Batang-Spektroom: Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Batang diwarnai dengan kegiatan bakti sosial berupa layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan 16 organisasi profesi, Dinas Kesehatan setempat menghadirkan pelayanan medis komprehensif yang dimanfaatkan oleh sedikitnya 300 pengunjung, Selasa (21/4/2026). Kepala Dinas Kesehatan Batang, Ida Susilakmi, mengatakan bahwa

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Atasi Banjir, Bukittinggi-Agam Susun Strategi Drainase Terpadu dan Rekayasa Aliran Air

Atasi Banjir, Bukittinggi-Agam Susun Strategi Drainase Terpadu dan Rekayasa Aliran Air

Bukttinggi-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam menggelar rapat koordinasi untuk membahas penanganan drainase terkait banjir di Kota Bukittinggi. Pertemuan yang berlangsung di Triarga pada Selasa,( 21 /4/2026) dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi. Rapat ini difokuskan pada

Wiza Andrita, Buang Supeno