Dialog Terbuka Kominfo–Media, Sawahlunto Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Spektroom - Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Komunikasi dan Informatika kembali menegaskan pentingnya kemitraan strategis dengan insan pers. Hal itu mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan dialog bersama media cetak serta media daring yang digelar di Aula RSUD Kota Sawahlunto, Selasa (27/1/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan insan media, sekaligus refleksi bersama atas peran pers di tengah tuntutan transparansi dan derasnya arus informasi publik. Suasana diskusi berlangsung terbuka, hangat, dan sarat pertukaran gagasan.
Kepala Dinas Kominfo Kota Sawahlunto, Adrius Putra, S.Pt, dalam arahannya menyampaikan bahwa media merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun pemahaman publik yang utuh terhadap kebijakan dan program daerah. Ia menekankan, keberadaan pers tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
“Pers memiliki fungsi yang sangat penting, bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Di situlah letak nilai strategis media bagi daerah,” ungkap Adrius.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi yang terbangun tidak boleh mengaburkan fungsi kontrol media. Profesionalisme dan independensi jurnalistik, menurutnya, justru menjadi fondasi utama agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap objektif dan berimbang.
Adrius menambahkan, Pemerintah Kota Sawahlunto membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik dan masukan dari media. Kritik yang disampaikan secara konstruktif dinilai sebagai bagian dari proses perbaikan kebijakan dan penguatan pelayanan publik.
“Kami memandang kritik sebagai alarm dan bahan evaluasi. Pemerintah tidak boleh alergi terhadap perbedaan pandangan, karena dari sanalah kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat dapat lahir,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, insan pers juga menyampaikan pandangan terkait tantangan dunia jurnalistik saat ini, mulai dari dinamika ekonomi media hingga ancaman disinformasi. Diskusi berjalan interaktif dan mencerminkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kualitas informasi di ruang publik.
Kegiatan ini menegaskan bahwa relasi pemerintah dan pers di Sawahlunto dibangun atas prinsip kesetaraan, saling menghormati peran, serta komitmen bersama untuk menghadirkan informasi yang jujur, bertanggung jawab, dan mencerdaskan masyarakat.
Melalui dialog semacam ini, diharapkan terbangun ekosistem informasi yang sehat - di mana pemerintah transparan, media kritis, dan publik memperoleh haknya atas informasi yang benar. (Rita)