Dibawah Langit Kelabu Kalbar, Harapan Datang Melalui Air dan Sembako
Feature oleh : Apolonius Welly
Pontianak - Spektroom : Disebuah sudut Dusun Martalaya, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, antrean warga terlihat memanjang di bawah terik matahari. Jeriken, ember, hingga drum plastik berjejer menunggu giliran diisi air bersih.
Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Barat membuat sumber air warga menyusut, sementara kebutuhan sehari-hari tidak bisa ditunda.
Mobil tangki milik Polres Landak datang membawa sesuatu yang kini menjadi barang berharga bagi masyarakat: air bersih.
Sekitar 70 warga dari Dusun Martalaya dan Dusun Raiy, Desa Raja, berbondong-bondong mendatangi lokasi penyaluran.
Di tengah musim kering yang berkepanjangan, bantuan itu menjadi penopang kebutuhan rumah tangga yang semakin sulit dipenuhi.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan warga di tengah kemarau yang berkepanjangan,” kata Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari.
Di banyak wilayah Kalimantan Barat, kemarau tahun ini tidak hanya membawa kekeringan.
Musim kering juga memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kemudian melahirkan persoalan baru berupa kabut asap dan meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat.

Ratusan kilometer dari Landak, tepatnya di Dusun Pelempai, Desa Pelempai Jaya, Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, kabut asap menjadi ancaman yang dirasakan langsung warga.
Minggu, 6 September 2026, personel Polsek Ella Hilir mendatangi rumah-rumah warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap.
Dipimpin Kapolsek Ella Hilir Ipda Dacky Jauganda, mereka membagikan paket sembako kepada warga yang terdampak.
Bantuan itu bukan sekadar paket kebutuhan pokok, tetapi juga bentuk kehadiran negara di tengah situasi yang sulit.

“Kegiatan ini merupakan wujud respons cepat dan kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kabut asap,” ujar Dacky.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Nanga Pinoh.
Di Dusun Lingkar Bandara, Desa Tanjung Niaga, personel Polsek Nanga Pinoh menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap karhutla.
Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Jamidi mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga yang menghadapi dampak langsung bencana lingkungan.
Selain menyerahkan bantuan, petugas juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak melakukan pembakaran lahan.
Di tengah upaya membantu warga yang sudah terdampak, langkah pencegahan juga dilakukan. Di Kabupaten Sambas, Polsek Subah merampungkan pembangunan sumur bor di Desa Sabung.
Fasilitas itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus menjadi sumber air pendukung ketika terjadi kebakaran lahan.
Pembangunan sumur tersebut melalui proses pencarian sumber air yang tidak sederhana.
Dari enam titik yang ditelusuri, tiga lokasi dengan potensi debit air terbaik dipilih sebelum akhirnya sumur dibangun.
Ketika kemarau memanjangkan daftar persoalan dan kabut asap terus menguji daya tahan masyarakat, bantuan air bersih, paket sembako, hingga pembangunan sumur bor mungkin tidak serta-merta menghapus kesulitan.
Namun bagi warga di berbagai pelosok Kalimantan Barat, kehadiran bantuan itu menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi musim yang berat ini sendirian.
Di tengah langit yang masih diselimuti asap dan tanah yang semakin kering, harapan kadang datang dalam bentuk paling sederhana: setetes air bersih dan sekantong sembako.