Jakarta Bergerak Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Jakarta Bergerak Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Foto: Kominfotik DKI Jakarta

Jakarta – Spektroom: Langit Jakarta belum sepenuhnya bersahabat. Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat. Bukan untuk menimbulkan kepanikan, tetapi memastikan warga tetap aman di tengah kondisi udara yang perlu diwaspadai.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan operasi water mist secara besar-besara mulai dilakukan Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Sebanyak 30 hingga 40 armada dari Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) serta Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) diterjunkan.

"Operasi water mist akan dilaksanakan secara rutin dua kali sehari, pagi dan sore, hingga kondisi udara dinyatakan membaik," kata Uus saat konferensi pers di Monas, Minggu (6/9/2026).

Uus mengungkapkan, penyemprotan tidak hanya dilakukan di satu titik. Operasi tingkat Provinsi DKI Jakarta menyasar sejumlah kawasan yang menjadi jalur aktivitas masyarakat.

"Di Jakarta Pusat, penyemprotan dilakukan mulai Jalan Cempaka Putih hingga Gunung Sahari. Jakarta Utara mencakup Jalan Yos Sudarso, Terminal Tanjung Priok hingga kawasan Pluit," sebutnya.

Sementara di Jakarta Timur, operasi diarahkan ke Jalan Pramuka, UKI hingga Terminal Kampung Melayu. Di Jakarta Selatan, penyemprotan difokuskan di Jalan Rasuna Said, tepatnya dari depan KPK hingga Gatot Subroto.

"Adapun wilayah Jakarta Barat mencakup Jalan S. Parman, Daan Mogot dan Tomang. Sedangkan koridor Sudirman-MH Thamrin juga menjadi salah satu kawasan prioritas," imbuhnya.

Langkah mitigasi tidak berhenti di jalan raya. Pemprov DKI juga mengambil keputusan untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di Jakarta mulai Senin (7/9/2026).

Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan peserta didik selama pemerintah memantau perkembangan kondisi udara dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Pembelajaran tatap muka diterapkan setelah tidak ada lagi abu vulkanik atau dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau selesai," ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, tandas, Uus, pemerintah meminta masyarakat tidak panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker. Aktivitas di luar rumah juga sebaiknya dikurangi apabila tidak mendesak.

"Pintu dan jendela rumah pun dianjurkan tetap tertutup untuk meminimalkan masuknya abu vulkanik ke dalam ruangan.
Pemilik gedung yang memiliki fasilitas water mist juga diminta ikut berperan dengan mengoperasikan fasilitas tersebut secara mandiri," ajaknya.

Di balik langkah-langkah tersebut, pemerintah terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan kualitas udara Jakarta.

Pramono menegaskan, Pemprov DKI berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperoleh data terkini secara aktual. Pemerintah akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat.

"Warga Jakarta diimbau tetap tenang dan pemerintah siap memberikan layanan terbaik," katanya.

Bagi warga yang mengalami kondisi darurat medis atau membutuhkan pertolongan segera, layanan Jakarta Siaga 112 tetap dapat diakses. Masyarakat juga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat yang tetap bersiaga selama 24 jam.

Ditengah abu vulkanik yang menjadi perhatian, satu pesan kembali ditegaskan: masyarakat tidak perlu panik, tetapi jangan pula lengah.

Pemerintah bersiaga dari jalan-jalan utama hingga sekolah. Sementara warga diminta menjaga diri, menggunakan masker, membatasi aktivitas luar ruang, serta mengikuti informasi resmi.

Berita terkait

Menteri Dody Turut Prihatin Dengan  Terjadinya Erupsi Gunung Diberbagai Wilayah Indonesia

Menteri Dody Turut Prihatin Dengan  Terjadinya Erupsi Gunung Diberbagai Wilayah Indonesia

Jakarta — Spektroom : Erupsi Gunung Anak Krakatau dan meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api di berbagai wilayah Indonesia kembali menjadi perhatian pemerintah. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan keprihatinannya kepada masyarakat yang terdampak maupun yang saat ini berada di wilayah dengan risiko bencana. “Saya ikut prihatin kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa

Nurana Diah Dhayanti