Diera Disrupsi Teknologi dan Digitalisasi, Pertanian Tidak Lagi Identik Dengan Konvensional

Diera Disrupsi Teknologi dan Digitalisasi, Pertanian Tidak Lagi Identik Dengan Konvensional
Foto Capture YouTube Polinela

Bandarlampung - Spektroom: Empat Puluh Dua tahun bukanlah perjalanan yang singkat, ini adalah bukti konsistensi, dedikasi, dan kontribusi nyata Politeknik Negeri Lampung (Polinela), dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan siap kerja. Politeknik Negeri Lampung memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung Yurnalis pada Dies Natalis Ke- 42 Polinela di Kampus setempat di Bandarlampung, Selasa (7/4/2026).

Diketahui, Lampung adalah salah satu lumbung pangan nasional dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Mulai dari komoditas padi, jagung, kopi, hingga holti kultura semuanya menjadi kekuatan ekonomi daerah yang harus terus kita tingkatkan nilai tambahnya.

audio-thumbnail
Voice Yurnalis Polinela
0:00
/178.58025

"Disinilah peran polinela menjadi sangat penting, visi polinela yang berorientasi pada pendidikan, vokasi, berbasis kompetensi, dan kebutuhan industri sangat selaras dengan kebutuhan Lampung saat ini" ujar Yurnalis membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal.

Diakui Gubernur,di era disrupsi teknologi dan digitalisasi. dunia pertanian pun kini tidak lagi identik dengan cara-cara konvensional.

Pertanian modern telah berkembang menjadi smart farming, precision agriculture, bahkan berbasis data dan teknologi informasi.

Pada bagian lain sambutannya Gubernur Mirza juga menyampaikan, Lampung memiliki peluang besar di masa depan. Letak geografis yang strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera, didukung dengan infrastruktur yang terus berkembang, menjadikan Lampung sebagai kawasan potensial untuk pengembangan agroindustri dan logistik pangan.

Sementara sebelumnya ditempat yang sama Direktur Polinela Dr. Dwi Puji Hartono mengatakan, sebagai bagian dari perguruan tinggi vokasi, Polinela terus memperkuat diri dalam peran serta dan menempatkan diri sebagai mitra statergis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Provinsi Lampung.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan daerah, riset-riset terapan yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada sektor-sektor ungguran di Provinsi Lampung, serta terus menjalin kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dunia usaha dan dunia industri.

"Hal ini selaras dengan arah kebijakan nasional yang menekankan sinergi perguruan tinggi untuk pengembangan ekonomi daerah berbasis inovasi." ujar Dwi Puji Hartono.

Menurut Dwi Puji Hartono, beberapa program penguatan daerah integrasi dari Politeknik Negeri Lampung mempunyai program penguatan daerah yang terintegrasi dengan pemerintah Provinsi Lampung dan tahun ini akan mewisuda mahasiswa beasiswa Pemprov Lampung.

"Insyallah tahun 2026, tepatnya pada bulan Oktoberi, kami akan meluluskan mahasiswa yang memperoleh Biasiswa dari Pemerintah daerah Provinsi Lampung sebanyak 98 orang" pungkasnya.

Sekedar informasi, Polinela berdiri pada tahun 1984, melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti Dikbut RI No. 14/ DIKTI/KEP/1984.

Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 3 Desember 1985, melalui SK Dirjen Dikti LemenDldikbub No. 79 / DIKTI/KEP/1985, dibentuk penanggung jawab unit pelaksana proyek yang fokus pada pengembangan fisik kampus.

Tiga tahun kemudian, pada tanggal 3 November, Politehnik Pertanian Universitas Lampung menempati kampus permanen di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung.

Pada tanggal 7 April 2001, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia,nomor 038-00-2001, Politehnik Pertanian Universitas Lampung resmi mandiri dan berubah nama menjadi Politehnik Pertanian Negeri Lampung (@Ng).

Berita terkait