Dies Natalis Ke- 44 Polsri Palembang, Tumbuh Menjadi Politeknik Negeri Terkemuka di Indonesia

Dies Natalis Ke- 44 Polsri Palembang, Tumbuh Menjadi  Politeknik Negeri Terkemuka di Indonesia
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Sumatera Selatan Pandji Tjahjanto. (Foto Capture YouTube Polsri Official).

Palembang - Spektroom: Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) terus menyiapkan generasi vokasi yang menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Direktur Polsri Ir Irawan Rusnadi, MT, pada Dies Natalis ke-44 Polsri Palembang, berlangsung di Auditorium Polsri, Selasa (1/9/2026).

Pada Dies Natalis yang mengangkat tema ‘Green Campus, Bright Future’, Irawan Rusnadi menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Polsri yang telah berdiri sejak 20 September 1982.

“Empat puluh 4 tahun sudah Politeknik Negeri Sriwijaya berkiprah. Dalam rentang waktu tersebut, Polsri telah melahirkan 47.335 lulusan yang kini berkontribusi di berbagai sektor industri, pemerintahan, dan dunia usaha, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Irawan.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti nyata kontribusi Polsri terhadap pembangunan manusia Indonesia berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Perjalanan panjang ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras dan sinergi seluruh civitas akademika, alumni, serta dukungan mitra industri dan pemerintah,” katanya.

Seiring berjalannya waktu Polsri terus berkembang sehingga saat ini telah tumbuh menjadi salah satu politeknik negeri terkemuka di Indonesia.

Dengan 10 jurusan dan 38 program studi yang terdiri dari 2 program studi Magister Terapan, 22 program studi Serjana Terapan, dan 14 program studi Diploma III yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

"Capaian yang kita nikmati hari ini tidak lahir begitu saja, namun merupakan buah dari pemikiran visioner para pendiri Polsri yang sejak awal meyakini bahwa pendidikan vokasi adalah jalan strategis untuk mencetak tenaga terampil yang siap membangun bangsa" sebut Irawan bangga.

Sementara diforum yang sama Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Sumatera Selatan Pandji Tjahjanto, menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Sumsel Herman Nderu menyatakan 44 tahun bukanlah perjalanan yang singkat, selama perjalanan tersebut, Politeknik Negeri Sriwijaya telah memberikan kontribusi yang nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang terhampil, kompeten, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja serta dunia industri.

audio-thumbnail
Panji Tjahjono
0:00
/173.952

"Sebagai perguruan tinggi vokasi, Polsri Palembang memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan daerah" ujarnya.

Menurut Gubernur Herman Nderu, ditengah perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat, kebutuhan dunia kerja juga harus mengalami perubahan.

Era digital, kecerdasan artifisial, otomasi ekonomi kreatif, energi terbarukan, industri hijau, serta transformasi digital, menuntut kita untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, pendidikan vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis, namun kita juga membutuhkan lulusan yang memiliki karakter, kreatif, kemampuan berkomunikasi, kemampuan beradaptasi, serta semangat untuk terus belajar dan berinovasi.

"Saya berharap Poltenik Negeri Sriwijaya terus memperkuat keterkaitan antara pendidikan, penelitian, inovasi, dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri. Kita ingin agar lulusan Polsri bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja dan penggerak inovasi" ujar Gubernur Nderu disampaikan Pandji Tjahjanto.

Hal ini sangat penting bagi Sumatera Seratan yang memiliki berbagai potensi strategis, mulai dari sektor energi, pertambangan, perkebunan, pertanian, industri, infrastruktur, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang unggul.

"Momentum Dies Natalis ke-44 ini hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan menatap masa depan" pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait

Riyanda Putra: SISSCA 2026 Bukan Sekadar Festival, Tapi Panggung Sawahlunto untuk Dunia

Riyanda Putra: SISSCA 2026 Bukan Sekadar Festival, Tapi Panggung Sawahlunto untuk Dunia

Sawahlunto-Spektroom : Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto untuk menjadikan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCA) 2026 sebagai momentum kebangkitan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Sawahlunto, Senin (31/8/2026) Dalam waktu dekat,

Riswan Idris, Rafles
KONI Agam Pastikan Siap Hadapi Porprov XVI Sumbar 2026, Pemkab Siapkan Dana Rp3,4 Miliar

KONI Agam Pastikan Siap Hadapi Porprov XVI Sumbar 2026, Pemkab Siapkan Dana Rp3,4 Miliar

Padang-Spektroom : Kabupaten Agam memantapkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Karteker KONI Kabupaten Agam bahkan telah menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp3,4 miliar untuk menopang keikutsertaan daerah itu dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Kesiapan tersebut disampaikan Ketua Karteker KONI Agam, Revdi Iwan Syahputra, saat melakukan

Rafles
Kopi Robusta Sawahlunto Didorong Naik Kelas, Petani Dibekali Teknologi hingga Pengemasan

Kopi Robusta Sawahlunto Didorong Naik Kelas, Petani Dibekali Teknologi hingga Pengemasan

Sawahlunto-Spektroom : Kopi Robusta mulai menemukan ruang baru dalam peta ekonomi Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Luasan budidayanya terus bertambah, seiring meningkatnya minat masyarakat mengembangkan kopi sebagai komoditas perkebunan. Pemerintah Kota Sawahlunto merespons tren itu dengan tidak hanya mendorong produksi, tetapi juga memperkuat keterampilan petani dan teknologi pengolahan. Salah satunya melalui Pelatihan

Riswan Idris, Rafles