Riyanda Putra: SISSCA 2026 Bukan Sekadar Festival, Tapi Panggung Sawahlunto untuk Dunia
Sawahlunto-Spektroom : Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto untuk menjadikan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCA) 2026 sebagai momentum kebangkitan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Sawahlunto, Senin (31/8/2026) Dalam waktu dekat, Kota Sawahlunto akan kembali menjadi tuan rumah ajang internasional tersebut.
"Dalam waktu dekat, Kota Sawahlunto akan kembali menjadi tuan rumah Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCA) 2026, yang juga menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata," ujar Riyanda dalam sambutannya.
SISSCA sendiri tercatat sebagai salah satu event unggulan yang rutin digelar sejak 2015 dan tahun ini kembali terpilih masuk dalam 125 Event Unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 oleh Kementerian Pariwisata, bersama sejumlah event besar Sumatera Barat lainnya seperti Festival Minangkabau dan Sawahlunto International Music Festival (SIMFes).
"Bagi kami, SISSCA bukan sekadar sebuah agenda pertunjukan atau festival tahunan, tetapi merupakan panggung bagi Sawahlunto untuk memperkenalkan identitas, budaya, dan potensi ekonominya kepada Indonesia bahkan kepada dunia, Songket Silungkang tidak boleh jadi artefak masa lalu" tegasnya.
"Melalui Songket Silungkang, kita ingin menunjukkan bahwa warisan leluhur tidak berhenti sebagai kenangan masa lalu, tetapi dapat kita hadirkan sebagai kekuatan ekonomi kreatif dan kebanggaan generasi masa kini." tambahnya.
Songket Silungkang sendiri merupakan songket tertua di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 8 Oktober 2019, dengan filosofi unik pada aktivitas 5M: Mancolok, Manuriang, Mahani, Maharok, dan Mananun.
Riyanda Putra mengajak seluruh elemen untuk mengawal SISSCA secara bersama-sama.
"Karena itu, kami mengajak Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD, jajaran Pemerintah Daerah, pelaku usaha, UMKM, insan pariwisata, komunitas, generasi muda, serta seluruh masyarakat Sawahlunto untuk bersama-sama memberikan dukungan terhadap SISSCA 2026."
"Mari kita sukseskan bukan hanya penyelenggaraannya, tetapi juga dampaknya bagi masyarakat. Kita ingin setiap tamu yang datang membawa pulang bukan hanya kenangan tentang sebuah carnival, tetapi juga cerita tentang Sawahlunto yang kaya budaya, kreatif, ramah, dan mampu mengangkat warisan Songket Silungkang ke panggung yang lebih tinggi," lanjutnya.
Ia menegaskan, SISSCA bukan hanya milik Pemerintah Kota, melainkan milik bersama.
"SISSCA bukan hanya milik Pemerintah Kota; SISSCA adalah panggung kita bersama untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Sawahlunto punya warisan, punya karya, dan punya masa depan." pungkas Riyanda.
Untuk diketahui, SISSCA selama ini dipusatkan di kawasan bersejarah PT Bukit Asam Unit Penambangan Ombilin yang menjadi pendukung utama pelestarian Songket Silungkang sebagai produk fashion bernilai ekonomis dan berdaya saing nasiona. (Ris1)