Digitalisasi dan Penguatan UMKM Jadi Fokus Karya Kreatif Serayu 2026

Digitalisasi dan Penguatan UMKM Jadi Fokus Karya Kreatif Serayu 2026
Mendorong UMKM memperkuat daya saing melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Serayu (KKS) dan Banyumas Digifest 2026..(Foto : Humas Pemkab Bms).

Purwokerto-Spektroom: Upaya mempercepat transformasi digital dan memperkuat daya saing UMKM di wilayah Banyumas Raya terus didorong melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Serayu (KKS) dan Banyumas Digifest 2026.

Kegiatan yang digelar pada 20-21 Juni 2026 di Menara Teratai Purwokerto itu menghadirkan lebih dari 100 pelaku UMKM serta berbagai program penguatan ekonomi daerah.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Sabtu (20/6/2026). menilai digitalisasi menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi persaingan ekonomi saat ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

"Perluasan penggunaan QRIS, sistem pembayaran non-tunai, hingga elektronifikasi transaksi pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi daerah," katanya.

Selain digitalisasi, pengembangan UMKM masih menjadi prioritas pemerintah daerah. Berbagai program pendampingan, pelatihan, promosi perdagangan, hingga business matching terus dilakukan agar pelaku usaha lokal mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.

Sadewo menegaskan UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah mendorong agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga berkembang dan naik kelas.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny mengatakan Karya Kreatif Serayu merupakan bagian dari sinergi berbagai pihak dalam memperkuat ekonomi daerah melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, ekonomi hijau, dan digitalisasi.

Menurutnya, selama dua hari pelaksanaan, masyarakat tidak hanya dapat melihat pameran produk unggulan dari Banyumas Raya, tetapi juga mengakses berbagai layanan publik, edukasi keuangan, pasar tani, hingga program pengembangan usaha.

Dalam ajang tersebut, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga memperluas implementasi transaksi digital melalui peluncuran pembayaran parkir Menara Teratai menggunakan QRIS serta penerapan e-retribusi di 14 pasar di Kabupaten Banyumas.

Melalui berbagai program tersebut, Karya Kreatif Serayu diharapkan tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga mendorong lahirnya UMKM yang lebih adaptif terhadap teknologi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Berita terkait

Di Balik Persetujuan LKPJ APBD 2025, PAN–PKB Beberkan Lima Catatan Keras untuk Pemkot Sawahlunto

Di Balik Persetujuan LKPJ APBD 2025, PAN–PKB Beberkan Lima Catatan Keras untuk Pemkot Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Fraksi PAN–PKB DPRD Kota Sawahlunto menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah. Meski demikian, fraksi tersebut memberikan sejumlah catatan kritis yang diminta menjadi perhatian Pemerintah Kota Sawahlunto dalam pelaksanaan APBD tahun berikutnya.

Riswan Idris, Rafles