Dinas Kesehatan Kolaborasi Dengan Instansi Terkait Gelar Kampaye Gerakan Cegah Stunting dan Cek Kesehatan Gratis

Dinas Kesehatan Kolaborasi Dengan Instansi Terkait Gelar Kampaye Gerakan Cegah Stunting dan Cek Kesehatan Gratis
Penyerahan bantuan tambahan gizi untuk ibu hamil pada Kampaye Gerakan Cegah Stunting dan Cek Kesehatan Gratis (Foto:Dinkes Ternate)

Ternate-Spektroom : Dinas Kesehatan Kota Ternate melaksanakan kegiatan Kampaye Gerakan Cegah Stunting dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026 dipusatkan di Puskesmas Kalumata Kota Ternate Selatan, Rabu (22/7/2026).

Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ternate Hj. Marliza M. Tauhid, Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Pimpinan Baznas Kota Ternate dan anggota, Camat Ternate Selatan beserta Ketua TP. PKK Kecamatan, Para Lurah Wilayah Kerja PKM Kalumata, Ketua TP. PKK Kelurahan, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan kota Ternate dan Kepala Puskesmas Kalumata Ternate.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate dr. Fathiyah Suma pada kesempatan itu mengatakan, Stunting bukan hanya soal anak pendek. Stunting adalah gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis di 1000 Hari Pertama Kehidupan.

"Dampak dari stunting jangka panjang yang mempengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas sumber daya anak-anak kita," ujar dr. Fathiyah.

Ia juga menjelaskan, Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif yang dilaksanakan secara konvergensi.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia pada tahun 2024, Stunting Kota Ternate sebesar 16,6 persen mengalami penurunan dari tahun 2023 yaitu 21,1 persen. Selain itu, berdasarkan Laporan Rutin Aplikasi SIGIZI KESGA pada tahun 2025 sebesar 3,79 persen dan juga mengalami penurunan menjadi 3,47 persen untuk semester I tahun 2026.

Keberhasilan Pemerintah Kota ternate dalam menurunkan angka Stunting tidak terlepas dari upaya dan Inovasi yang telah dilakukan, seperti AMPSR Tingkat Kota Ternate, Pendampingan Tim Ahli dan OJT Gadar Matneo, Skrining Bayi Baru Lahir, Optimalisasi Pemberian TTD Remaja Putri, Ojek Makanan Mama, Rumah Singgah Bahim, SICANTIS (Sertifikat Calon Pengantin Sehat), Ojek Kesling dan Konvergensi Stunting Lintas Sektor.

Menurut dr. Fathiyah, untuk tahun 2026 data anak dengan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalumata sebanyak 50 orang, dengan rincian perkelurahan yaitu Kelurahan Mangga Dua Utara 2 orang, Mangga Dua 3 orang, Tanah Tinggi Barat 4 orang, Tanah Tinggi 2 orang, Kalumata 9 orang, Jati Perumnas 12 orang, Jati 6 orang, Bastiong Talangame 2 orang, Bastiong Karance 2 orang, Ubo-Ubo 4 orang dan Kayu Merah 4 orang.

Kegiatan Kampanye Gerakan Cegah Stunting merupakan upaya meningkatkan kesadaran, kepedulian dan partisipasi aktif masyakarat serta seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan stunting secara terpadu dan berkelanjutan, mulai dari masa remaja, prakonsepsi, kehamilan, persalinan, hingga anak usia 2 tahun (1000 HPK) yang sekaligus dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan yang dilakukan ini kata dr. Fathiyah melibatkan lintas sektor sebagai momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi dan kolaborasi antar perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, organisasi masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya penurunan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

Dengan dukungan dan komitmen serta kolaborasi diharapkan upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kota Ternate bisa dilaksanakan dengan baik dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan tambahan gizi untuk ibu hamil kolaborasi Dinas Kesehatan dengan Baznas Kota Ternate komitmen tolak stunting.

Berita terkait

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Ambon-Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar, meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 pada kategori Dampak Sosial Terbesar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfat bagi masyarakat. Penghargaan diterima dalam ajang apresiasi yang digelar Partai Perindo sebagai bentuk pengakuan terhadap

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru