Dinkes PBD Gelar Dokter Mobile Guna Pemenuhan Kesehatan Masyarakat

Dinkes PBD Gelar Dokter Mobile Guna Pemenuhan Kesehatan Masyarakat
Warga kampung Sayolo menerima pelayanan kesehatan dari program dokter mobile. (foto: doc.Dinkes PBD)

Sorong-Spektroom : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Barat Daya menggelar bakti sosial pemenuhan upaya kesehatan masyarakat melalui program dokter mobile di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi bencana, krisis kesehatan, maupun kejadian luar biasa (KLB).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Sris, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat pada 28 Agustus 2026 dan Kampung Saloyo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan pada 29 Agustus 2026.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter Kambu, mengatakan program dokter mobile merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil maupun daerah yang berpotensi menghadapi bencana dan krisis tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

“Karena memang kepedulian kita dari Dinas Kesehatan Provinsi untuk melayani pasien-pasien atau penduduk yang berada di daerah potensi bencana, daerah krisis, atau daerah KLB,” ujar Jan Pieter saat di Sorong Selasa, 01 September 2026.

Plt.Kepala Dinas Kesehatan P2KB PBD Jan Pieter Kambu (kiri) didampingi penanggung jwb program Ismail Obure saat keterangan pers. (foto: doc.Dinkes PBD)

Menurutnya, pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, khususnya dalam menghadapi kondisi bencana, krisis kesehatan dan KLB.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes P2KB Papua Barat Daya melibatkan dokter spesialis dasar, di antaranya spesialis penyakit dalam, spesialis kandungan, dan spesialis anak. Tim tersebut diperkuat dokter umum, perawat, tenaga medis lainnya serta jajaran Dinkes P2KB Papua Barat Daya.

Dari dua lokasi pelayanan, sebanyak 527 warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Di Kampung Sris, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, tercatat 268 pasien dilayani. Sedangkan di Kampung Saloyo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, sebanyak 259 pasien mendapatkan pelayanan kesehatan.

Jan Pieter mengatakan, pencapaian tersebut telah melampaui standar pelayanan yang ditetapkan Dinkes P2KB Papua Barat Daya.

“Total semua sekitar 527 pasien yang dilayani atau penduduk dilayani. Ini tentunya sudah melewati standar yang telah kita tetapkan di Dinas Kesehatan Provinsi,” katanya.

Selain pemeriksaan dan pengobatan, masyarakat juga mendapatkan berbagai dukungan untuk meningkatkan status kesehatan, termasuk pemberian makanan tambahan, susu bagi ibu hamil, vitamin bagi anak-anak dan remaja, serta suplemen yang mendukung kesehatan perempuan dan ibu hamil.

Sementara itu, penanggung jawab program, Ismail Obure, SKM, M.Kes, menjelaskan pelayanan dokter mobile tidak berhenti pada kegiatan di dua lokasi tersebut, tetapi program akan terus dilaksanakan di kabupaten dan kota di Papua Barat Daya hingga Desember 2026.

“Kegiatan ini langsung turun ke masyarakat dan masih berjalan di kabupaten dan kota sampai Desember 2026,” ujar Ismail.

Pelayanan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Kampung Sayolo, Lukman Wugaje, menyampaikan terima kasih kepada Dinkes P2KB Papua Barat Daya yang telah memberikan pelayanan pengobatan gratis sekaligus bantuan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat Kampung Sayolo 1 dan 2.

"Kami atas nama masyarakat Kampung Sayolo berterima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya yang telah melakukan pelayanan pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada masyarakat di Kampung Sayolo 1 dan 2,” tutur Lukman.

Ia berharap program ini berlanjut untuk tahun depan, karena masyarakat kami sangat mengharapkan adanya pelayanan kesehatan seperti ini.

Berita terkait

Dari Solo untuk Generasi Digital, Kearifan Nusantara Didorong Masuk Kurikulum Sekolah

Dari Solo untuk Generasi Digital, Kearifan Nusantara Didorong Masuk Kurikulum Sekolah

Surakarta – Spektroom: Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Pemerintah Kota Surakarta ingin memastikan generasi mudanya tidak kehilangan pijakan. Kemajuan zaman dinilai perlu berjalan beriringan dengan karakter dan nilai-nilai budaya yang telah hidup di tengah masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Surakarta mendorong nilai-nilai kearifan Nusantara untuk semakin hadir

Ciptati Handayani, Buang Supeno