Dinsos PMDPPA Sawahlunto Juara I Lomba Toneel Bahasa Tansi, Angkat Isu Pengentasan Kemiskinan

Dinsos PMDPPA Sawahlunto Juara I Lomba Toneel Bahasa Tansi, Angkat Isu Pengentasan Kemiskinan
Kepala Dinas Kebudayaan, Guspriadi bersama pemenang Lomba Toneel Bahasa Tansi, (foto dok. Dinsos)

Sawahlunto-Spektroom : Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMDPPA) Kota Sawahlunto meraih Juara I Lomba Toneel Bahasa Tansi tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Desa/Kelurahan se-Kota Sawahlunto.

Lomba tersebut digelar di Museum Kereta Api Sawahlunto, Kamis (13/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Dalam penampilannya, Dinsos PMDPPA mengangkat tema “Bantuan Sosial dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan”. Tema itu dikemas melalui pertunjukan toneel menggunakan Bahasa Tansi, sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya bantuan sosial yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan untuk mendorong kemandirian dan keberdayaan masyarakat.

Kepala Dinsos PMDPPA Kota Sawahlunto, Adri Yusman, S.Sos., MM., menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh jajaran yang terlibat sehingga instansinya mampu meraih hasil terbaik dalam lomba tersebut.

Menurut Adri, keikutsertaan Dinsos PMDPPA bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi momentum menyampaikan edukasi sosial kepada masyarakat melalui pendekatan budaya.

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bagaimana bantuan sosial dapat menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Orientasinya bukan hanya membantu masyarakat pada saat membutuhkan, tetapi juga mendorong kemandirian dan keberdayaan,” ujar Adri.

Ia menambahkan, penggunaan Bahasa Tansi dalam pertunjukan tersebut memiliki nilai penting karena bahasa lokal merupakan bagian dari identitas masyarakat Sawahlunto yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.

“Melalui kegiatan ini kami juga ingin ikut melestarikan Bahasa Tansi. Bagi kami, budaya dan pelayanan sosial dapat berjalan bersama. Pesan pembangunan sosial bisa disampaikan dengan cara yang dekat dengan masyarakat,” katanya.

Lomba Toneel Bahasa Tansi menjadi salah satu ruang kreatif untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan penggunaan bahasa yang menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Sawahlunto.

Kota Sawahlunto dikenal sebagai kota dengan masyarakat multikultural yang terbentuk dari sejarah panjang aktivitas pertambangan batu bara Ombilin. Keragaman tersebut turut melahirkan kekayaan bahasa dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas kota.

Karena itu, penggunaan Bahasa Tansi dalam kegiatan publik dinilai memiliki arti strategis, terutama untuk menjaga agar bahasa tersebut tetap dikenal dan digunakan oleh generasi muda.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Guspriadi, sebagai pihak yang melaksanakan lomba, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan hanya sebagai agenda hiburan dalam rangkaian HUT Kemerdekaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan lokal.

“Lomba Toneel Bahasa Tansi ini menjadi ruang bagi OPD dan desa/kelurahan untuk berkreasi sekaligus menunjukkan bahwa Bahasa Tansi masih relevan digunakan dalam menyampaikan berbagai pesan kepada masyarakat,” ujar Guspriadi.

Ia mengatakan, keterlibatan berbagai perangkat daerah dan pemerintahan desa/kelurahan menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan partisipasi bersama, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah di bidang kebudayaan.

“Yang paling penting adalah bagaimana Bahasa Tansi terus digunakan, dikenal dan diwariskan. Dengan kegiatan seperti ini, kita memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengenal budaya sendiri dengan cara yang kreatif dan menyenangkan,” katanya. (Ris1)

Berita terkait

Sri Lestari Poernomo: Koruptor Dipenjara, Uang Negara Jangan Ikut Hilang

Sri Lestari Poernomo: Koruptor Dipenjara, Uang Negara Jangan Ikut Hilang

Makassar - Spektroom : Memidanakan koruptor tidak otomatis menyelesaikan persoalan korupsi. Ketika pelaku telah dijebloskan ke penjara, negara masih menghadapi pekerjaan penting: memastikan uang dan aset yang dikorupsi kembali ke kas negara. Pandangan itu disampaikan Sri Lestari Poernomo, SH., MH., Dosen Hukum Perdata Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Menurutnya,

Yahya Patta, Buang Supeno
Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat upaya perlindungan anak melalui pengembangan mekanisme rujukan terpadu bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK), termasuk anak yang terdampak atau terpapar jaringan kekerasan ekstremisme. Penguatan tersebut dibahas Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT, Irjen

Rafles