Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat : Media Siber dan Medsos Harus Berjalan Bersama

Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat : Media Siber dan Medsos Harus Berjalan Bersama
Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat(tengah jaket hitam) dikelilingi anggota Wartawan' PWI Depok (Foto : Spektroom)

Depok – Spektroom: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menggelar Diskusi Wartawan bertema “Kompetensi Wartawan: Media Siber Versus Medsos, Siapa yang Lebih Unggul?” di Kantor PWI Kota Depok, Kamis (4/6/2026).

Hadir sebagai narasumber, Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, Aat Surya Safaat.

Dalam paparannya, Aat menegaskan bahwa Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi instrumen penting untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi wartawan di Indonesia.

Menurutnya, berbeda dengan sejumlah negara seperti Amerika Serikat yang mensyaratkan pendidikan jurnalistik atau komunikasi bagi calon wartawan, di Indonesia profesi wartawan dapat dijalani oleh lulusan dari berbagai disiplin ilmu.

"Karena latar belakang wartawan di Indonesia sangat beragam, maka UKW menjadi sangat penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, dan profesionalisme wartawan di bidang jurnalistik," ujar Aat.

Dirinya mengungkapkan bahwa sistem UKW Indonesia bahkan mendapat perhatian positif dari negara lain. Saat menerima kunjungan dari Vietnam dan Uni Emirat Arab, mereka menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari pelaksanaan UKW di Indonesia.

"Kita harus bangga karena UKW Indonesia mendapat apresiasi dari luar negeri. Ini menunjukkan bahwa wartawan Indonesia memiliki standar kompetensi yang diakui," katanya.

Dalam diskusi tersebut, Aat juga menjelaskan perbedaan mendasar antara media siber dan media sosial.

Menurutnya, pers memiliki sejumlah syarat yang tidak dimiliki akun media sosial pribadi, seperti berbadan hukum, memiliki penanggung jawab perusahaan dan redaksi, struktur organisasi yang jelas, alamat kantor yang dapat diverifikasi, serta berada dalam pengawasan Dewan Pers.

"Jika terjadi sengketa pemberitaan, media pers memiliki mekanisme penyelesaian melalui Dewan Pers. Sedangkan di media sosial, risiko hukum seperti pencemaran nama baik, fitnah, atau penyebaran hoaks bisa langsung berhadapan dengan proses pidana apabila tidak berhati-hati," jelasnya.

Aat mengakui bahwa dalam hal kecepatan penyebaran infor masi, media sosial unggul dibanding media siber. Namun, media pers memiliki kelebihan dari sisi akurasi dan verifikasi informasi.

"Media sosial memang lebih cepat, tetapi media siber memiliki waktu untuk melakukan verifikasi, memperkaya informasi, serta menghadirkan narasumber yang relevan sehingga informasi yang disampaikan lebih akurat," ujarnya.

Aat juga mengingatkan wartawan agar bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, penggunaan AI tanpa proses verifikasi dapat menimbulkan kesalahan informasi yang berbahaya bagi media.

Meski demikian, Aat menegaskan bahwa media pers tidak boleh memusuhi media sosial. Sebaliknya, media siber harus memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperluas jangkauan informasi dan memperkuat branding perusahaan media.

"Ini bukan soal siapa yang menang atau kalah. Media siber dan media sosial harus berjalan bersama. Setiap media saat ini harus memiliki divisi media sosial untuk memperkuat penyebaran berita yang sudah dipublikasikan," katanya.

Aat juga mendorong seluruh wartawan untuk mengikuti UKW dan mendaftarkan medianya ke Dewan Pers.

Menurutnya, banyak pemerintah daerah maupun perusahaan yang kini menjadikan UKW sebagai salah satu indikator profesionalisme dalam menjalin kerja sama dengan media.

"UKW dan pendafta ran media di Dewan Pers sangat penting. Selain meningkatkan kredibilitas wartawan, juga memberikan perlindungan ketika terjadi sengketa pemberitaan," tuturnya.

Di akhir pemaparan nya, Aat mengingat kan wartawan untuk terus menjaga etika, sopan santun, krea tivitas, serta kemam puan komunikasi dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah perkembang an teknologi digital yang semakin pesat.(wismo).

Berita terkait

Lahan Pertanian di Semenanjung Nusaniwe Kota Ambon Menjanjikan. PPL Bersama Petani Tancap Gas

Lahan Pertanian di Semenanjung Nusaniwe Kota Ambon Menjanjikan. PPL Bersama Petani Tancap Gas

Ambon-Spektroon: Potensi dan sumber daya alam pada desa desa pesisir di semenanjung nusaniwe Kota Ambon cukup menjanjikan, bila dikelola secara baik akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan dan Kesejahteraan masyarakat. Selain sektor perikanan, sektor pertanian juga tidak kalah penting, bahkan sangat berpeluang untuk mendukung ketahanan pangan lokal , termasuk tanaman holtikultura

Polin, Pelinus Latuheru
PWI Kabupaten Bogor Tebar Literasi Media hingga Pelosok Desa Lewat Safari Jurnalis

PWI Kabupaten Bogor Tebar Literasi Media hingga Pelosok Desa Lewat Safari Jurnalis

Cibinong-Spektroom: Upaya meningkatkan literasi media dan pemahaman masyarakat terhadap dunia jurnalistik terus digencarkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor. Melalui program Safari Jurnalis 2026, organisasi profesi wartawan tersebut menyambangi Kecamatan Sukajaya untuk memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat sekaligus mendorong keterbukaan informasi publik hingga ke tingkat desa. Kegiatan yang

Polin, Anggoro AP