Disiplin ASN Jadi Sorotan, Wali Kota Sawahlunto Tekankan Pelayanan Publik Berorientasi Hasil
Sawahlunto–Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan peningkatan kualitas kinerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan yang profesional. Pesan itu disampaikan saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kota Sawahlunto di Lapangan Ombilin, Senin, 13 Juli 2026.
Dalam amanatnya, Riyanda menyatakan disiplin tidak boleh dipahami sebatas kepatuhan terhadap aturan administrasi. Menurut dia, disiplin merupakan landasan yang menentukan konsistensi aparatur dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Disiplin adalah fondasi birokrasi yang profesional. Melalui disiplin, ASN dapat menjaga konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan," kata Riyanda dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil (result oriented). Setiap program maupun tugas yang dijalankan, menurutnya, harus menghasilkan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administratif.
Riyanda menilai kehadiran pemerintah akan memperoleh kepercayaan publik apabila setiap aparatur mampu menunjukkan kinerja yang efektif, inovatif, dan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Sawahlunto memberikan penghargaan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, dan ASN sebagai bentuk apresiasi atas kinerja serta pengabdian.
Untuk kategori pengawasan kearsipan internal terbaik, penghargaan diberikan kepada Dinas Kebudayaan, RSUD Sawahlunto, dan Dinas Pendidikan. Sementara itu, penghargaan pengelolaan perpustakaan desa terbaik diterima oleh Desa Sikalang, Desa Taratak Bancah, dan Desa Sijantang.
Pemerintah Kota Sawahlunto juga memberikan penghormatan kepada sejumlah ASN yang memasuki masa purnabakti sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Menurut Riyanda, budaya penghargaan perlu terus dikembangkan di lingkungan birokrasi karena dapat menjadi pemicu peningkatan profesionalisme aparatur sekaligus mendorong terciptanya iklim kerja yang kompetitif secara sehat.
Ia berharap penghargaan yang diberikan tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi mampu memotivasi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Apel gabungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sawahlunto memperkuat budaya kerja birokrasi yang disiplin, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di daerah. (Ris1)