Disiplin, Tangguh dan Berkarakter, Kodim 1425/Jeneponto Perkenalkan Pencak Silat Militer kepada Santri

Disiplin, Tangguh dan Berkarakter, Kodim 1425/Jeneponto Perkenalkan Pencak Silat Militer kepada Santri
Latihan PSM untuk santri. (Foto: Pen Dim 1425/Jeneponto)

Jeneponto-Spektroom : Kodim 1425/Jeneponto terus berupaya membina generasi muda melalui kegiatan positif. Salah satunya dengan memperkenalkan Beladiri Pencak Silat Militer (PSM) kepada siswa-siswi Pesantren Ar-Ritha yang dipusatkan di halaman Pesantren Ar-Ritha, Lingkungan Bungung Baddo, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Selasa, 28/7/2026.

Kegiatan sosialisasi dan praktik tersebut menghadirkan pelatih PSM Kodim 1425/Jeneponto, Serda Supriadi sebagai penyampai materi, didampingi Sertu Abdul Rahim yang memperagakan setiap teknik dasar.

Para peserta dikenalkan pada gerakan dasar Pencak Silat Militer sekaligus manfaatnya dalam membentuk kedisiplinan, ketangkasan, keberanian, serta kemampuan membela diri secara benar dan bertanggung jawab.

Serda Supriadi menjelaskan bahwa Pencak Silat Militer bukan hanya mengajarkan teknik bertarung, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, bermental kuat, dan memiliki rasa tanggung jawab.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, pengenalan sejak usia sekolah diharapkan mampu menumbuhkan minat peserta didik terhadap olahraga bela diri sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, jiwa sportivitas, serta kepedulian terhadap sesama.

Ia mengapresiasi antusiasme para santri yang mengikuti setiap materi dengan penuh semangat.

Ketua Yayasan Pesantren Ar-Ritha, Ali Akbar Kamsad, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1425/Jeneponto yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat dalam pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak yayasan akan menjadwalkan kegiatan Pencak Silat Militer secara rutin dan memasukkannya ke dalam kegiatan protokoler pesantren sebagai salah satu program pembinaan.

Dengan demikian, para santri memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan bela diri sekaligus membangun disiplin dan mental yang tangguh.

Sementara itu, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa mengatakan bahwa pengenalan Pencak Silat Militer merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, berkarakter, serta memiliki semangat cinta tanah air.

Menurut Dandim, sinergi antara Kodim dan lembaga pendidikan perlu terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pembinaan yang edukatif.

Ia berharap ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi para santri, sekaligus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan, akhlak yang baik, dan siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Berita terkait

Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI, BPBD Jember Laksanakan Upacara Penurunan Bendera

Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI, BPBD Jember Laksanakan Upacara Penurunan Bendera

Jember – Spektroom: Sebanyak 30 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengikuti upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Nusantara Jember, Senin (17/8/2026). Mengenakan seragam lapangan berwarna oranye, para personel BPBD mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat.

Budi Sucahyono, Bian Pamungkas
Tiga Ribu 170 Warga Binaan NTB Terima Remisi, Gubernur Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah

Tiga Ribu 170 Warga Binaan NTB Terima Remisi, Gubernur Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah

Lombok Barat-Spektroom : Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu membawa kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di seluruh Lapas dan Rutan di NTB. Tahun ini, sebanyak 3.170 narapidana dan anak binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan kado istimewa berupa remisi umum dan

Marsam Putrangga, Julianto