Ditengah Puing dan Hujan, Harapan datang di Mamek Bangsal
Landak-Spektroom : Di Dusun Mamek Bangsal, Desa Mamek, Kecamatan Menyuke, suara gergaji mesin dan ketukan palu mulai menggantikan gemuruh angin yang beberapa hari lalu memorak-porandakan rumah warga.
Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang kawasan itu pada 17 Agustus 2026 meninggalkan luka bagi sedikitnya empat keluarga.
Atap rumah beterbangan, dinding rusak, dan sebagian bangunan tak lagi mampu memberikan rasa aman bagi penghuninya.
Di antara rumah-rumah yang rusak, aktivitas perlahan mulai kembali berjalan.
Warga membersihkan puing, mengumpulkan seng yang masih bisa digunakan, dan menata ulang bagian rumah yang roboh.
Namun, di balik kesibukan itu tersimpan kekhawatiran yang sama: bagaimana mereka bisa segera memperbaiki rumah dengan kemampuan yang terbatas.
Rabu (19/08/2026), harapan itu datang bersama rombongan kecil yang menempuh perjalanan menuju dusun tersebut.
Tim yang turun ke lokasi yaitu dari Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR-Pera Kabupaten Landak, dipimpin oleh Vitalis bersama Hendrik Pernando, dan Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi BPBD Kabupaten Landak, Cipto Joyo.
Turut serta pula Camat Menyuke Thomas Ronaldo Oktora, Kepala Desa Mamek Yance, Kepala Dusun Mamek Bangsal Dewi Isnawati, Polsek Menyuke Aipda Sugiarto, serta anggota Koramil 05/Menyuke Pratu Diki Pernando
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kabupaten Landak bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung untuk melihat kondisi warga.
Mereka tidak datang membawa material bangunan atau bantuan dalam jumlah besar.
Namun, kehadiran mereka memberikan sesuatu yang tak kalah penting bagi warga terdampak: kepastian bahwa kerusakan yang mereka alami tidak luput dari perhatian pemerintah.
Tim gabungan melakukan pendataan dan identifikasi tingkat kerusakan pada setiap rumah.
Satu per satu bagian bangunan diperiksa, mulai dari atap, rangka, hingga dinding yang mengalami keretakan akibat terpaan angin.
“Kami melakukan identifikasi potensi kerusakan di setiap rumah. Setelah ini akan didata material yang dibutuhkan dan hasilnya dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” kata Vitalis dari Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR-Pera Kabupaten Landak.
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Mamek, Yance, tak menyembunyikan rasa syukurnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah menjadi bukti bahwa masyarakat yang tertimpa musibah tidak dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian.
“Warga merasa diperhatikan.
Kami berharap bantuan bisa segera terealisasi agar mereka dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Bencana memang telah merusak sebagian bangunan di Mamek Bangsal.
Namun, di tengah seng yang penyok dan dinding yang retak, masih berdiri sesuatu yang belum roboh: semangat gotong royong dan harapan bahwa rumah-rumah itu akan kembali tegak, seperti kehidupan yang perlahan bangkit setelah badai berlalu.