Dokumen Penerima Kredit Program Pemerintah Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Dokumen Penerima Kredit Program Pemerintah Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
Inspektur Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Heri Jerman ( birkom pkp)

Spektroom -Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan akan menindak tegas dan melaporkan ke pihak berwajib apabila ada pihak - pihak yang memanipulasi data calon penerima Kredit Program Perumahan (KPP). Untuk itu, para petugas penyalur KPP dari perbankan harus benar-benar melakukan verifikasi terhadap data calon penerima sehingga penyalurannya tepat sasaran.

"Saya mengingatkan kepada calon penerima dan petugas bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menghindari tindak pemalsuan data dokumen dan tindak pidana korupsi," ujar Inspektur Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Heri Jerman  Dalam keterangan persnya, Kamis ( 23/10/2025).

Menurut Irjen Kementerian PKP, Heri Jerman, anggaran KPP berasal dari keuangan negara dan segala tindakan yang melanggar aturan tentunya akan ditindak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. Apalagi pemerintah saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dari pemerintah agar bisa memiliki rumah layak huni.

"Kementerian PKP juga mengajak seluruh pihak terkait untuk mensukseskan penyaluran KPP dan mempunyai integritas dalam menjalankan tugasnya karena setiap anggaran KPP dan FLPP harus bisa dipertanggungjawabkan dengan baik," terangnya.

Selain itu,  dirinya juga mengingatkan para pengembang yang membangun rumah untuk masyarakat agar melaksanakan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku. Sebab ada beberapa hal jika dilakukan bisa ditindak secara pidana umum bisa kena pasal penipuan atau penggelapan.

"Misalnya pengembang tidak/melaksanakan pembangunan perumahan setelah pembeli melunasi uang muka, Pengembang Menjual unit rumah dengan janji memberikan SHM, namun digadaikan ke bank untuk pinjaman, Pengembang melakukan Perubahan spesifikasi sepihak dan konsumen tidak mendapat bukti kepemilikan. Selain itu, Pengembang melakukan Penjualan rumah semi finishing dan pembayaran uang muka melebihi ketentuan tanpa mengurangi besaran hutang pokok dan lain-lain yg bisa merugikan pihak konsumen atau masyarakat," terang nya.

Berita terkait

Meski Eskalasi Disrupsi Geopolitik Global Tekan  Perdagangan Internasional, Performa Lampung tetap  Solid

Meski Eskalasi Disrupsi Geopolitik Global Tekan  Perdagangan Internasional, Performa Lampung tetap  Solid

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang Liza Derni,  mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkai dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, secara Virtual Meeting, dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, Selasa (5/5/

Anggoro AP
Gubernur dan  Pangdam Perkuat  penertiban Gunung  Botak, Diklaim Mulai Tunjukan Hasil Nyata

Gubernur dan Pangdam Perkuat penertiban Gunung Botak, Diklaim Mulai Tunjukan Hasil Nyata

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima kunjungan silaturahmi Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto di Kantor Gubernur Maluku, sebagai langkah awal memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga dalam menjaga stabilitas daerah. Demikian disampaikan Lewerissa kepada wartawan, usai pertemuan dengan Pangdam. Lewerissa menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan silaturahmi perdana sejak

Eva Moenandar, Rafles