Dongeng Hari Bhayangkara ke 80, Antarkan Faiha Asal Tabalong Temui Kapolri

Dongeng Hari Bhayangkara ke 80, Antarkan Faiha Asal Tabalong Temui Kapolri
Faiha Samaira Khanza (baju kuning) dari TK Ghaiwa Islamic School Kabupaten Tabalong, mewakili Polda Kalimantan Selatan, berhasil meraih Juara I Nasional kategori dongeng. (Foto: Dok. TK GIS)

Tabalong-Spektroom : Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Mabes Polri menyelenggarakan berbagai perlombaan dengan peserta dari berbagai kategori, mulai dari masyarakat umum, wartawan, anak-anak, penyandang disabilitas hingga anggota Polri.

Berbagai perlombaan tersebut dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke 80.

Malam puncak penganugerahan Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat digelar di The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026) malam.

Dalam ajang tersebut, Faiha Samaira Khanza, dari TK Ghaiwa Islamic School, Kelurahan Agung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, yang mengikuti lomba melalui Polres Tabalong mewakili Polda Kalimantan Selatan, berhasil meraih Juara I Nasional kategori dongeng.

Sementara itu, Juara II diraih Gilang Aidan Evendi dari Polresta Kendari, Polda Sulawesi Tenggara, sedangkan Juara III diraih Violina Firdausa dari Polres Banyuwangi, Polda Jawa Timur.

Tidak hanya menerima penghargaan, ketiga juara juga mendapat kesempatan istimewa untuk menunjukkan kemampuan mereka secara langsung di hadapan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Faiha Samaira Khanza, Violina Firdausa dan Gilang Aidan Evendi tampil membawakan dongeng di hadapan Kapolri. Usai menyaksikan penampilan ketiganya, Kapolri kemudian mengajak mereka berbincang mengenai sekolah, keluarga hingga cita-cita yang ingin mereka raih.

Dalam kesempatan tersebut, Faiha yang kini telah memasuki jenjang sekolah dasar menyampaikan cita-citanya untuk menjadi seorang dokter.

Kapolri memberikan semangat kepada Faiha agar terus belajar dan rajin menuntut ilmu. Kapolri juga mengapresiasi peran orang tua, khususnya ibu, yang selama ini mendampingi dan membimbing Faiha hingga mampu meraih prestasi tersebut.

Faiha sendiri mengikuti lomba dongeng saat masih duduk di bangku TK Ghaiwa Islamic School, Kelurahan Agung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Tabalong dan Polda Kalimantan Selatan.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap prestasi yang diraih Faiha, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla turut memberikan pendampingan dan mengantarkan Faiha ke Jakarta untuk menghadiri malam puncak penganugerahan Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat.

Dikonfirmasi pada Rabu (12/8/2026) pagi, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H. mengatakan, prestasi yang diraih Faiha merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Tabalong dan Polda Kalimantan Selatan.

“Prestasi Faiha menjadi kebanggaan kita bersama. Ini menunjukkan bahwa anak-anak di Kabupaten Tabalong memiliki potensi dan bakat yang luar biasa untuk berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan Faiha dalam ajang tersebut bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi Faiha untuk mengembangkan keberanian, kreativitas dan rasa percaya diri.

“Kami sangat mengapresiasi semangat Faiha dan dukungan orang tua serta pihak sekolah. Polres Tabalong akan terus memberikan dukungan terhadap generasi muda yang memiliki prestasi dan potensi untuk berkembang,” katanya.

Ia berharap keberhasilan Faiha dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya di Kabupaten Tabalong untuk berani mengembangkan bakat dan mengejar cita-cita.

“Semoga Faiha terus semangat belajar, tetap rendah hati dan dapat mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Prestasi ini semoga menjadi langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Berita terkait

Rohana Muthalib, Perempuan Pertama Wali Kota di Indonesia yang Mengubah Wajah Pontianak

Rohana Muthalib, Perempuan Pertama Wali Kota di Indonesia yang Mengubah Wajah Pontianak

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Pontianak-Spektroom : Di tengah dominasi laki-laki dalam dunia pemerintahan pada era awal kemerdekaan, nama Rohana Muthalib muncul sebagai sosok yang memecahkan batas zaman. Ia tercatat dalam sejarah sebagai wali kota perempuan pertama di Indonesia, memimpin Pontianak pada dekade 1950-an dan meninggalkan jejak penting dalam pembangunan kota yang

Apolonius Welly, Rafles