Dua Pelajar Terlibat Laka Lantas Satu Meninggal Terlindas Truk Gandeng

Dua Pelajar Terlibat Laka Lantas Satu Meninggal Terlindas Truk Gandeng
Anggota dari Polsek Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur olah TKP di lokasi laka lantas (Foto Unit laka lantas Polsek Rogojampi)

Banyuwangi-Spektroom : Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Raya Rogojampi, tepatnya di Dusun Jajangsurat, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Insiden tersebut melibatkan dua sepeda motor dan satu truk gandeng yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Kanit Lalu lintas Polsek Rogojampi, Ipda Gatot Dwi Handoko, mengatakan peristiwa tersebut merupakan laka juga jenis tabrak lari dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

“Laka juga ini melibatkan dua sepeda motor dan satu truk gandeng yang identitasnya belum diketahui. Kendaraan truk tersebut meninggalkan lokasi setelah kejadian dan saat ini masih dalam pencarian,” ungkap Ipda Gatot.

Menurutnya, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario bernopol P-2825-UH yang dikendarai NA (14) asal Kelurahan Tukangkayu melaju dari arah utara ke selatan. Di lokasi kejadian, korban berupaya mendahului truk gandeng dari sisi kiri.

Pada saat yang bersamaan, dari arah yang sama ada pengendara Vario lainnya yang juga bersiap mendahului truk tersebut. Karena jarak yang terlalu dekat, terjadi benturan di bagian belakang kendaraan di depannya," jelasnya.

Motor Honda Vario bernopol P-4729-QBA yang dikendarai FA (18) asal Kelurahan Singotrunan menabrak bagian belakang motor korban hingga keduanya terjatuh. Korban lalu terjatuh ke sisi kanan dan diduga terlindas truk gandeng.

“Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di TKP. Selanjutnya dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi,” jelas Ipda Gatot.

Dari hasil pendataan, kedua pengendara diketahui tidak memiliki SIM C. Salah satu pengendara juga tidak membawa STNK saat berkendara.

Kedua pengendara yang masih berstatus pelajar dan belum memiliki SIM C. Ini menjadi perhatian kami bahwa kelalaian dan kurang hati-hati saat mendekati sangat berisiko,” tegasnya.

Ipda Gatot menambahkan, kondisi jalan saat kejadian dalam keadaan lurus, beraspal, cuaca cerah dan penerangan cukup.

“Faktor jalan dan cuaca tidak ada kendala. Diduga kuat faktor manusia, kurang hati-hati dan tidak memperhitungkan jarak aman saat mendahului,” pungkasnya.

Akibat kejadian tersebut, sepeda motor P-2825-UH mengalami kerusakan di bagian belakang. Sementara sepeda motor P-4729-QBA mengalami kerusakan pada bagian depan dan belakang. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait keberadaan truk gandeng yang terlibat dalam kejadian tersebut. (Budi S)

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti
ссс