Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Kunjungi Masjid Agung Surakarta
Surakarta-Spektroom : Masjid Agung Surakarta hari ini, Rabu (1/4/2026) mendapat tamu istimewa, Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Ketua takmir Masjid Agung Surakarta, KH Muhammad Muhtarom, menyambut hangat Dubes Iran, sekaligus mendampingi berkeliling meninjau bangunan masjid peninggalan Kerajaan Mataram Islam ini.
Dalam pembicaraannya dengan KH Muhammad Muhtarom, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyampaikan pentingnya harmonisasi umat Islam serta permintaan dukungan dan doa untuk penyelesaian konflik Timur Tengah segera berakhir damai.
“Beliau minta doa semoga permasalahan di Timur Tengah segera selesai. Dan kami pun apresiatif dan senantiasa mendoakan semoga permasalahan segera reda, selesai menuju perdamaian, karena memang dampaknya tidak hanya di Timteng tapi secara Internasional. Semoga perdamaian dunia terwujud,” ungkap KH Muhammad Muhtarom, kepada Spektroom.
Kepada tamunya, KH Muhtarom yang juga merupakan Penghulu Tafsir Anom Keraton Kasunanan Surakarta, menyampaikan tentang keberadaan dan peran masjid Agung sejak jaman Kerajaan dalam syiar Islam.
Disebutkan, Surakarta dulunya pusat pemerintahan atau ibu kota negara di jaman Kerajaan, begitu pula keberadaan Masjid Agung yang dibangun pada jaman Kerajaan merupakan symbol Negara dalam penataan bidang keagamaan, sosial dan budaya.

“Saya sampaikan ke Pak Dubes, bahwa Masjid Agung juga sebagai pusat ilmu dengan adanya masyarakat keulamaan di Kauman. Kemudian tata laksana pendidikan di masjid dan goalnya adalah Madrasah Mambaul Ulum pada masa raja Paku Buwono (PB) ke X,” ungkap Ketua Takmir Masjid Agung yang juga dikenal sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Muhammad Muhtarom.
Mendapatkan penjelasan tersebut, Dubes Mohammad Boroujerdi sangat mengapresiasi keberadaan dan peran Masjid Agung dalam sejarah peradaban Islam di Indonesia.
Saat berkeliling meninjau bangunan Masjid Agung, Dubes Mohammad Boroujerdi secara khusus menyatakan kekagumannya pada masjid Agung yang dibangun pada abad ke 18, dengan arsitektur Jawa kuno.
Sementara untuk gapura utama masjid bergaya Arab Persia yang megah, berada di sebelah timur dengan satu pintu utama yang besar, diapit dua pintu kecil di sisi kiri dan kanan.
“Beliau juga mengagumi gapura utama Masjid bergaya Arab Persia yang megah, karena memang gapura ini wujud monumental hubungan diplomatik Keraton Surakarta dengan Turki Usmani saat itu,” jelas KRT Muhtarom.
Selain ke Masjid Agung, Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi juga menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, serta bertemu dengan Wali Kota Solo Respati Ardi di Balai Kota. (Ciptati Handayani)