Duta Besar Prancis Kunjungi Situs Sejarah di Leihitu, Maluku Tengah

Duta Besar Prancis Kunjungi Situs Sejarah di Leihitu, Maluku Tengah
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, kunjungan ke wisata sejarah dan budaya di wilayah Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (13/6/2026). Foto Eva. M

Ambon- Spektroom : Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, bersama rombongan melaksanakan kunjungan wisata sejarah dan budaya di wilayah Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (13/6/2026). Kunjungan berlangsung di sejumlah situs bersejarah yang menjadi ikon warisan budaya Maluku, yakni Masjid Tua Wapauwe, Gereja Tua Imanuel Hila, dan Benteng Amsterdam.

Kedatangan Duta Besar Prancis beserta rombongan disambut dengan pengamanan dan pengawalan yang dilakukan oleh personel Polsek Leihitu guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Dalam kunjungan tersebut, Fabien Penone didampingi Martin Albert dari bidang politik, Jules Irrmann dari bidang kebudayaan, serta Adit Retraubun yang bertugas sebagai pemandu sekaligus penerjemah.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 09.30 WIT dengan kunjungan ke Masjid Tua Wapauwe di Negeri Kaitetu. Di lokasi itu, rombongan disambut oleh Raja Negeri Kaitetu, M. Armin Lumaela, dan menerima penjelasan mengenai sejarah berdirinya masjid yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia serta memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Maluku.

Selanjutnya, rombongan menuju Gereja Tua Imanuel di Negeri Hila untuk melihat secara langsung bangunan bersejarah tersebut sekaligus mendengarkan pemaparan singkat mengenai perjalanan sejarah gereja yang menjadi salah satu peninggalan penting pada masa kolonial.

Kunjungan dilanjutkan ke Benteng Amsterdam di Negeri Hila. Di lokasi ini, Duta Besar Prancis dan rombongan melakukan peninjauan terhadap bangunan benteng peninggalan sejarah yang hingga kini masih menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah di Kabupaten Maluku Tengah. Rombongan juga memperoleh penjelasan mengenai peran Benteng Amsterdam dalam perjalanan sejarah Maluku pada masa perdagangan rempah-rempah.

Kapolsek Leihitu melalui Wakapolsek Leihitu, IPDA J.A. Darmapan, S.Tr.K, menjelaskan pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada tamu negara serta menjamin kelancaran seluruh rangkaian kunjungan.

Pengamanan melibatkan 3 personel Polsek Leihitu dan 1 personel Denintel Kodim 1504/Ambon yang ditempatkan pada titik-titik kunjungan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan memastikan kegiatan berlangsung sesuai agenda yang telah ditetapkan.

Kunjungan wisata sejarah dan budaya tersebut berakhir sekitar pukul 10.00 WIT, setelah Duta Besar Prancis beserta rombongan meninggalkan wilayah Kecamatan Leihitu dan kembali menuju Kota Ambon.(EM)

Berita terkait

Pramono Anung : Dukung Penindakan Tegas Kasus  Yayasan Sekolah Swasta Kebayoran Lama Jaksel

Pramono Anung : Dukung Penindakan Tegas Kasus Yayasan Sekolah Swasta Kebayoran Lama Jaksel

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan menindak tegas terkait temuan senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengaku terkejut atas penemuan 995 pucuk senjata di lingkungan pendidikan itu. "Pemerintah

Irvan Idris Saleh, Afrizal Aziz
APBD Perubahan TA 2026 Provinsi Lampung Disepakati,  Terjadi Penurunan Pendapatan Daerah

APBD Perubahan TA 2026 Provinsi Lampung Disepakati, Terjadi Penurunan Pendapatan Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Lampung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Lampung menyepakati perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung dengan agenda penetapan nota kesepakatan perubahan KUA

Anggoro AP
ссс