Duta GenRe Agen Perubahan Menyiapkan SDM Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
Semarang-Spektroom: Grand Final Apresiasi Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026 yang diikuti 20 finalis putra dan putri dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah di Semarang, Senin 27 Juli 2026.
Pada fase ini para peserta Duta Generasi Berencana (GenRe) diuji kemampuannya sebagai agen perubahan dalam mengedukasi remaja untuk mencegah pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif (Napza).
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Rusman Efendi mengatakan Program GenRe merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk menyiapkan remaja agar mampu merencanakan masa depan secara matang, sehat, dan bertanggung jawab.
"Melalui Program GenRe, remaja didorong memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam menjalani kehidupan, menjauhi perilaku berisiko, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas," ujar Rustam dalam sambutannya.
Rysmn melanjutkan, Duta GenRe tidak hanya menjadi figur teladan, tetapi juga berperan sebagai ujung tombak edukasi di kalangan remaja.
Mereka mengampanyekan pencegahan tiga persoalan utama yang dihadapi generasi muda, yakni pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan Napza.
Ketiga persoalan tersebut dikenal sebagai Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang menjadi fokus utama Program GenRe.
"Kami berharap para Duta GenRe mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi, menginspirasi, dan menggerakkan remaja untuk berani memilih kehidupan yang sehat, terencana, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Apresiasi Duta GenRe merupakan puncak proses pembinaan, seleksi, dan pengembangan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan edukasi kepada teman sebaya.
Tahun ini Program GenRe mengusung tema "Astraloka Karya (Remaja Berkarya, Berdampak Nyata)".
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Faiza Mukti Septyani menegaskan, masa depan Jawa Tengah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan yang dilakukan saat ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang dipersiapkan sejak sekarang.
"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Jawa Tengah sebagai provinsi maju yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Gubernur juga menilai bonus demografi merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, karakter, dan keterampilan generasi muda.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan keluarga yang kuat sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.