Duta GenRe Maluku Utara Soroti Fatherless dan Bullying, BKKBN Tekankan Peran Remaja Hadapi Bonus Demografi
Sofifi–Spektroom : Duta Generasi Berencana (GenRe) Maluku Utara melakukan kunjungan ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Selasa (26/5/2026).
Kedatangan para duta remaja tersebut disambut langsung oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu.
Dalam suasana penuh keakraban, Ansar menyampaikan apresiasi kepada para Duta GenRe yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama jajaran BKKBN, termasuk Ketua Tim Kerja BKR, Gati, dan Genting Apriani.
Pada kesempatan itu, Ansar menegaskan bahwa peran Duta GenRe sangat strategis dalam membangun karakter generasi muda di Maluku Utara.
Para duta dinilai aktif terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi remaja, mulai dari sosialisasi di sekolah, penyuluhan komunitas, konseling remaja, hingga promosi Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN.
Program tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya), hingga SuperApps Keluarga Indonesia yang dilakukan baik secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial.
“Duta GenRe harus menjadi contoh dan inspirasi bagi remaja lainnya agar mampu merencanakan masa depan dengan baik serta menjauhi perilaku berisiko,” ujar Ansar.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, Provinsi Maluku Utara saat ini didominasi generasi muda, mulai dari Generasi Milenial, Zilenial hingga Post Gen Z. Kondisi tersebut menunjukkan Maluku Utara tengah memasuki fase bonus demografi.
Menurut Ansar, momentum bonus demografi menjadi peluang besar untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.
“Bonus demografi ini menjadi peluang besar untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, kunjungan Duta GenRe kali ini juga membawa misi penting untuk menyuarakan sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan remaja yang tengah menjadi perhatian, khususnya fenomena fatherless dan bullying yang dinilai semakin marak terjadi di lingkungan sosial maupun dunia pendidikan.