Eddy Soeparno: Presiden Prabowo Berkomitmen Wujudkan Kemandirian Energi, BloombergNEF Diajak Publikasikan Kemajuan Transisi Energi Indonesia
Jakarta–Spektroom : Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi, mempercepat transisi menuju energi bersih, serta memperkuat aksi penanganan perubahan iklim terus menjadi perhatian pemerintah. Upaya tersebut juga diiringi langkah memperkenalkan berbagai kemajuan Indonesia kepada komunitas internasional guna menarik investasi di sektor energi hijau.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno usai mengikuti BloombergNEF Indonesia Roundtable on Energy Security & Carbon Markets, sebagaimana diunggah melalui akun media sosial pribadinya pada Minggu (28/6/2026).
Dalam keterangannya, Eddy menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki arah kebijakan yang kuat dalam membangun ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat agenda transisi energi dan penanganan perubahan iklim.
"Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan kemandirian energi, mempercepat transisi energi, serta memperkuat aksi penanganan perubahan iklim," ujar Eddy.
Pada forum tersebut, Eddy mengungkapkan bahwa pihaknya mengajak BloombergNEF (BNEF) untuk turut menyampaikan kepada publik internasional berbagai capaian positif Indonesia dalam sektor energi bersih dan kebijakan iklim.
Menurutnya, publikasi yang objektif dari lembaga riset global akan membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi energi hijau.
"Kami mengajak BloombergNEF untuk turut memberitakan kepada publik internasional mengenai progres positif yang telah dicapai Indonesia dalam mempercepat transisi energi dan penanganan perubahan iklim," katanya.
BloombergNEF dikenal sebagai salah satu lembaga riset dan analisis global yang memiliki reputasi kuat dalam bidang energi, transisi energi, teknologi rendah karbon, serta pasar karbon. Analisis dan laporannya kerap menjadi rujukan investor, perusahaan multinasional, dan pembuat kebijakan di berbagai negara.
Karena itu, Eddy menilai keterlibatan BloombergNEF memiliki nilai strategis dalam memperkuat citra Indonesia di mata pelaku usaha global.
"Sebagai lembaga riset global yang kredibel di bidang energi dan transisi energi, BloombergNEF memiliki peran strategis dalam menghadirkan analisis yang akurat kepada investor dan pelaku usaha internasional," ujarnya.
Eddy juga menyampaikan optimisme terhadap besarnya potensi Indonesia di sektor energi baru dan terbarukan (EBT), mineral kritis untuk industri energi bersih, serta perdagangan karbon yang dinilai akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, pengakuan internasional terhadap potensi tersebut akan membuka peluang masuknya investasi berkualitas yang mampu mempercepat transformasi sektor energi nasional.
"Kami optimistis potensi Indonesia di sektor energi baru terbarukan, mineral kritis, hingga perdagangan karbon akan semakin dikenal luas, sehingga mampu menarik lebih banyak investasi berkualitas untuk mendukung target Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat," ungkapnya.
Pemerintah Indonesia sendiri telah menargetkan pencapaian Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat, melalui pengembangan energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, hilirisasi industri berbasis mineral kritis, serta penguatan mekanisme perdagangan karbon sebagai bagian dari strategi penurunan emisi nasional.
Forum BloombergNEF Indonesia Roundtable on Energy Security & Carbon Markets menjadi salah satu wadah dialog antara pemerintah dan pemangku kepentingan global untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi berkelanjutan, memperluas investasi hijau, serta mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia. (Ris1)