Ekonomi Lesu di Akhir Mei 2026: Secercah Harapan Sedekah yang Kian Meredup

Ekonomi Lesu di Akhir Mei 2026: Secercah Harapan Sedekah yang Kian Meredup
Kawasan Masjid Sunda Kelapa (Dok Diskom DKI)

Jakarta - Spektroom : Suasana di pelataran Masjid di Jakarta terasa berbeda pada Jumat jelang penghujung Mei 2026. Alih-alih senyum mengembang karena penuhnya lembaran rupiah di tangan, wajah-wajah lesu para pengemis justru mendominasi sudut tempat ibadah. Hari yang biasanya menjadi "panen" sedekah, berubah menjadi hari yang kelabu.

Lesunya ekonomi warga saat ini benar-benar memukul kehidupan kaum marjinal. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, meskipun secara makro perekonomian tumbuh solid, denyut nadi sektor informal dan daya beli masyarakat kelas bawah sangat rentan. Hal ini tercermin jelas dari kotak amal dan uluran tangan para jemaah yang kian menyusut.

Pak Joko (62), salah satu pengemis di kawasan Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, mengaku pendapatannya turun hingga lebih dari 50 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Biasanya, ia bisa membawa pulang Rp100.000 hingga Rp150.000 setiap kali salat Jumat. Namun hari ini, uang receh yang terkumpul di kalengnya tak sampai Rp30.000.

"Sekarang yang salat banyak, tapi yang ngasih sedekah sedikit. Mungkin pada mikirin kebutuhan dapur juga yang makin mahal," ujarnya lirih sambil merapikan pakaiannya yang lusuh.

Pemandangan ini menjadi potret nyata ketimpangan di tengah dinamika ibu kota. Saat sebagian orang masih disibukkan dengan urusan pekerjaan dan gaya hidup, di sisi lain terdapat warga jalanan yang harus berjuang keras menahan lapar karena sepinya rezeki. Tekanan ekonomi ini memaksa mereka untuk lebih banyak mengelus dada di hari yang harusnya penuh berkah. Bagi para pengemis di kawasan Jakarta, Jumat akhir Mei ini menyisakan cerita pilu.

Di tengah hiruk-pikuk kota yang terus melaju, mereka menjadi saksi bisu bahwa daya beli yang melemah tak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga memutus rantai kebaikan terkecil seperti sedekah harian.

Berita terkait

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Banyuwangi-Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 yang berada di Kecamatan Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas

Nurana Diah Dhayanti