Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat
Mataram-Spektroom : Berbagai indikator ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren yang semakin positif. Aktivitas pariwisata terus meningkat, daya beli petani menguat, mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan kinerja ekspor sepanjang tahun berjalan tetap tumbuh signifikan. Perekonomian NTB dinilai masih bergerak pada jalur yang positif. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., mengatakan perkembangan berbagai indikator ekonomi hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap tumbuh. Menurutnya, tekanan inflasi yang terjadi belum mengganggu pergerakan sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama perekonomian daerah. "Secara umum, berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif. Daya beli petani meningkat, sektor pariwisata terus bergerak, mobilitas masyarakat bertambah, dan aktivitas perdagangan luar negeri masih memberikan kontribusi yang baik terhadap perekonomian NTB," jelas Wahyudin saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7/2026). Menurut Wahyudin, inflasi Juni terutama dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, yang berdampak pada meningkatnya tarif angkutan udara. Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, cumi-cumi, dan kubis juga turut memberikan andil terhadap inflasi. Namun demikian, tekanan inflasi tersebut masih dapat diredam oleh turunnya harga beberapa komoditas strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan. Meningkatnya pasokan hasil panen di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga stabilitas harga pangan. Di sektor pertanian, BPS mencatat perkembangan yang menggembirakan. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni 2026 meningkat menjadi 130,95, atau naik 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan harga hasil pertanian yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya produksi maupun kebutuhan rumah tangga petani. Kenaikan NTP terutama ditopang oleh membaiknya kinerja subsektor tanaman pangan dan hortikultura melalui meningkatnya harga gabah, jagung, tomat, kacang tanah, dan bawang putih. Perkembangan positif juga terlihat pada sektor pariwisata. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 41,07 persen, meningkat 5,01 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin pulihnya aktivitas pariwisata di NTB. Menurut Wahyudin, pertumbuhan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari momentum libur panjang serta penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional dan internasional, seperti GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit dan Rinjani 100 Ultra 2026 di Sembalun. Berbagai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel, transportasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Mobilitas masyarakat juga mengalami peningkatan. Jumlah penumpang angkutan laut yang datang maupun berangkat pada Mei 2026 meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, jumlah penumpang penerbangan domestik yang datang melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid meningkat 4,23 persen. Menurut BPS, peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat di NTB. Mengakhiri pemaparannya, Wahyudin menegaskan perkembangan berbagai indikator tersebut menunjukkan perekonomian NTB masih berada pada jalur yang positif. Tantangan inflasi tetap perlu diantisipasi, namun meningkatnya aktivitas sektor pertanian, pariwisata, transportasi, dan perdagangan memberikan optimisme terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan-triwulan berikutnya. "Data yang kami sampaikan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak. Ke depan, stabilitas harga perlu terus dijaga agar penguatan sektor-sektor produktif ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat NTB," pungkasnya.