Ekspansi Partai Amanat Nasional PAN Untuk 2029
Kami sedang introspeksi diri dan evaluasi diri dari apa yang sudah kita lakukan selama ini. PAN ini kan sebenarnya papan atas di Kota Depok, tapi kenapa kita bisa sampai terpuruk? Evaluasi dan jawabannya jelas ada di saya bersama Bang Hasbullah. Ini kunci yang harus kita selesaikan,” ujar Igun.
Igun Sumarno Tidak Ada Lagi “Matahari Kembar”, Kita Satu Komando Zulkifli Hasan_
Depok-Spektroom : Langit politik Kota Depok mulai bergerak lebih awal. Partai Amanat Nasional/PAN Kota Depok tak mau mengulang sejarah. Usai sempat meredup di pemilu sebelumnya, kini PAN tancap gas.
Evaluasi total, konsolidasi besar-besaran, hingga “pencalegan dini” 2027 sudah disiapkan, tuturnya Senin (31/08/2026). Targetnya jelas dan menohok, merebut kembali minimal 6 kursi DPRD Kota Depok pada Pemilu Legislatif 2029.
Ketua DPD PAN Kota Depok H. Igun Sumarno tidak menutup-nutupi. Di hadapan pengurus, ia mengakui partainya sedang dalam masa introspeksi mendalam.
“Kami sedang introspeksi diri dan evaluasi diri dari apa yang sudah kita lakukan selama ini. PAN ini kan sebenarnya papan atas di Kota Depok, tapi kenapa kita bisa sampai terpuruk? ,” ujar Igun.
“Matahari kembar” istilah yang dulu lekat dengan dualisme kepemimpinan dan loyalitas ganda di tubuh PAN kini dikubur.
Igun mengklaim iklim internal saat ini jauh lebih solid dan kondusif. Tidak ada lagi tarik-menarik kepentingan. Semua fokus ke satu garis komando.
Untuk menguatkan kebersamaan, PAN Depok memilih cara yang tidak biasa: santai tapi rutin. Salah satunya lewat agenda silaturahmi memancing bersama. Puluhan pengurus DPC hingga ranting duduk satu saung, melempar kail, sambil membicarakan strategi partai.
Acara guyub ini akan dijadikan agenda rutin setiap 3 bulan sekali. Tujuannya sederhana: merekatkan hubungan antar kader.
Soal kursi, PAN Depok pasang target tinggi. Saat ini mereka memiliki 2 kursi di DPRD Kota Depok. Untuk 2029, targetnya naik jadi 6 kursi. Artinya harus nambah 4 kursi.
Untuk itu, DPD sudah mengantongi 26 nama Bakal Calon Legislatif potensial. Nama-nama ini kini sedang “diuji” rekam jejaknya. Siapa yang dekat dengan warga, siapa yang punya elektabilitas, siapa yang loyal.
Yang lebih mengejutkan: PAN menjadwalkan skema pencalegan dini pada 2027. Dua tahun lebih awal dari pemilu.
Tujuannya agar calon yang diusung sudah turun ke masyarakat lebih dulu. Bukan muncul 3 bulan sebelum coblosan. Mereka harus memenangkan hati warga dari sekarang.
“2029 itu bukan besok. Tapi kalau kita mulai dari sekarang, hasilnya akan beda,” pungkas Igun.
Apakah strategi “guyub dan gaspol” ini akan berhasil mengembalikan PAN ke papan atas Depok? Warga Depok dan 26 bacaleg yang sedang dipantau itu yang akan menjawabnya di bilik suara nanti.(wis).
.