Eksplor Kuliner Jadul di Pasar Gede Solo

Spektroom.id: Eksplore kuliner itu sangat mengasyikan, apalagi kuliner jadul yang legend seperti yang bisa dijumpai di Pasar Gede Solo.

Di pasar tradisional tertua di Kota Bengawan ini banyak menawarkan beragam kuliner jadul yang otentik dan ngangenin.

“Iya, saya warga Solo, tapi gak bosan nyari makanan khas di Pasar Gede ini,” ujar Ani ibu rumah tangga warga Jebres Solo.

Ani yang didampingi suaminya juga menuturkan, aneka makanan di Pasar Gede memnag bertahan dengan cita rasanya yang khas enak meski jadul. Ia membeli lenjongan, yakni aneka makanan rata-rata terbuat dari singkong seperti tiwul, gatot, sawut, getuk, selain ketan, cenil, gendar, gerontol dan klepon.

“Sejak dulu lenjongannya enak, gak berubah rasanya. Ini saya juga nyari oleh-oleh makanan kering keripik paru dan rambak, buat tamu dari Jakarta,” tuturnya.

Ada belasan jenis kuliner jadul yang begitu khas dijajakan di pasar tradisional ini, cara menjajakannya juga sederhana dan tradisional, dimana penjualnya duduk diatas bangku kecil menghadap dagangan makanan dan ramah melayani pembeli.

Seperti yang terlihat di lapak bagian tengah, berderet-deret berisi kuliner khas seperti lenjongan, aneka sambal antara sambal pecel, sambal gado-gado, sambal cabuk rambak, kerupuk karak, bakmi, sosis solo.

Dibagian tengah juga berderet kios, yang menyediakan aneka makanan kering oleh-oleh khas Solo, seperti keripik ceker, keripik paru, keripik belut, abon, rambak, emping dan lainnya.

“Alhamdulillah, banyak pembeli luar kota yang nyari oleh-oleh. Lumayan rame karena libur panjang. Ada yang nyari keripik paru, rambak dan abon,” kata Bu Saji penjual makanan kering oleh-oleh khas Pasar Gede, Jumat (30/05/2025).

Sementara itu dibagian utara ada pula dawet legendaris yakni dawet telasih, aneka jenang, jadah dan wajik serta ayam goreng. Dan di pintu utara juga ada makanan jadul kue moho, gembukan, janggelut, onde-onde, kue pukis jadul, lentho dan lainnya.

Selain makanan khas, Pasar Gede Solo juga menyediakan sembako, sayur mayur dan aneka buah.

Daya tarik pasar Gede Solo tidak hanya pada kuliner atau jajanan jadul yang khas, namun juga keberadaanya di tengah kota dan bangunannya cukup unik, dibangun pada jaman Belanda tahun 1927 atau masa pemerintahan Raya Pakubuwono X. (Ciptati Handayan

Berita terkait

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penguatan organisasi bukan hanya penataan jabatan, tetapi bagian dari upaya membangun statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola kebijakan negara dan memastikan setiap program berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Dody Hanggodo saat melantik tujuh pejabat tinggi

Nurana Diah Dhayanti
Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Jambi - Spektroom: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, menggelegar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Jambi, Sabtu (2/5/2026). Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan pembacaan teks

Anggoro AP
Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu. Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof.

Murni Handayani