Evaluasi Kredit Usaha Rakyat dan Pembiayaan Ultra Mikro di Kalimantan Selatan Penghujung 2025 Cukup Bagus

Evaluasi Kredit Usaha Rakyat dan Pembiayaan Ultra Mikro di Kalimantan Selatan Penghujung 2025 Cukup Bagus
Catur Ariyanto Widodo, selaku Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto Humas DJPb Kalsel)

Junaidi, Agung Yunianto

Catur Ariyanto Widodo, selaku Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto Humas DJPb Kalsel)

Spektroom - Kegiatan Publikasi Assets Liabilities Committee (ALCo) Regional Kalimantan Selatan untuk Realisasi sampai dengan 31 Desember 2025, dilaksanakan Kamis (22/1/2026) di Aula Kanwil Direktorat
Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah, Jl. Lambung Mangkurat No.21, Kecamatan
Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

Dalam paparannya, Catur Ariyanto Widodo, selaku Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan menyebutkan, hingga akhir Desember 2025, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menunjukkan tren positif dalam mendukung pembiayaan UMKM di Kalimantan Selatan, dengan rincian capaian sebagai berikut :

  1. Total penyaluran KUR sebesar Rp4,97 T (87,29%) dari target Rp5,69 T yang disalurkan kepada 80.687 debitur. KUR disalurkan secara Konvensional sebesar Rp4,73 T (95,23%) dan Syariah sebesar Rp237,19 M (4,77%).
  2. Secara Nasional, KUR Kalsel berada pada peringkat 15. Peringkat ke-1 se Regional Kalimantan.
  3. Berdasakan sektornya, Sektor pertanian menjadi sektor penerima KUR terbanyak sebesar Rp1.96 triliun (39,51%) kepada 37.151 debitur. Sedangkan secara skema penyeluran, maka skema mikro menjadi skema terbesar dengan penyaluran sebesar Rp3,64 T (73,30%) kepada 75.238 debitur.
  4. Berdasarkan Kab/Kota, maka Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp1.000,46 M kepada 13.255 debitur. Disusul oleh Kab Tanah Bumbu sebesar Rp584,74 M kepada 7.100 debitur dan Kab Banjar sebesar Rp516,73 M kepada 9.723 debitur.
  5. Berdasarkan bank penyalur, maka Bank BRI mencatat penyaluran KUR tertinggi
    dengan membukukan capaian sebesar Rp3,41 T kepada 68.119 debitur. Kemudian Bank Mandiri sebesar Rp568,47 M kepada 5.604 debitur. Selanjutnya oleh Bank Kalsel sebesar Rp392,24 M kepada 3.345 debitur.

Dalam memperkuat inklusi keuangan bagi masyarakat, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan profil penyaluran sebagai berikut:

  1. Total penyaluran pembiayaan UMi sebesar Rp73,79 M kepada 14.300 debitur. UMi disalurkan secara Konvensional sebesar Rp10,71 M (14,51%) dan Syariah Rp63,08 M (85,49%).
  2. Kalsel menempati posisi ke-26 dari 34 provinsi se-Indonesia dalam realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara nasional. Namun secara regional Kalimantan, penyaluran kinerja UMi mencapai peringkat ke-3 se-Kalimantan.
  3. Penyaluran pembiayaan UMi di Kalsel dilakukan oleh lima LKBB penyalur, yaitu PNM, Pegadaian, BAV, Komida, dan KJP Cipta Prima Sejahtera.
  4. Kota Banjarmasin mencatatkan sebagai penyaluran UMi tertinggi, sebesar Rp14,62 miliar kepada 2.663 debitur. Disusul oleh Kab Banjar sebesar Rp8,85 miliar kepada 1.707 debitur dan Kab Hulu Sungai Selatan (HSS) sebesar Rp6,48 M kepada 1.188 debitur.
  5. Berdasarkan sektornya, Sektor perdagangan menjadi sektor penerima UMi terbanyak sebesar 94,30% dan dan secara skema, skema kelompok menjadi skema terbesarpenyalurannya dengan porsi 95,42%.
  6. Sebagai penyalur UMi , maka PNM mencatat penyaluran UMi tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp63,02 M kepada 12.546 debitur. Kemudian BAV sebesar Rp6,28 M kepada 1.039 debitur. Selanjutnya oleh PT Pegadaian sebesar Rp2,44 M kepada 202 debitur.
    Sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pembiayaan bagi UMKM di Kalimantan Selatan, DJPb Kalsel telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama seluruh Lembaga Penyalur guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran. Upaya komitmen tersebut terus berlanjut dalam memperkuat sinergi dan melakukan berbagai upaya pengawalan agar tren positif yang terlihat di wilayah seperti Banjarmasin dapat terus dipertahankan dan diikuti oleh wilayah lainnya. Hal ini diharapkan mampu mendorong akselerasi permodalan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Syamsinar (Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Kalimantan Selatan, Kepala Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah), Dwijo Muryono (Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan) dan
Tetik Fajar Ruwandari (Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah).*****

Berita terkait

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Rembang mendukung akselerasi Gerakan Tanam Padi Bersama se-Jawa Tengah melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced AgricuSSltural System (PM-AAS). Metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi tanaman sekaligus mendorong produktivitas padi. Penerapan PM-AAS dilakukan di lahan pertanian Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Selasa (15/9/2026). Wakil Bupati Rembang H.

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Pontianak - Spektroom : Pemerintah pusat memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan dan penanggulangan karhutla di

Apolonius Welly, Buang Supeno
UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

Jakarta — Spektroom : Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meluncurkan Institute for Community Health and Innovation Policy (I-CHIP) melalui Seminar Nasional bertema “Kedaulatan Kesehatan: Akselerasi Transdisiplin Menuju Kebijakan yang Berbasis dan Berkeadilan” di Gedung Cendekia UMJ, Selasa (15/9/2026). Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno
ссс